JAKARTA, KOMPAS.TV - Peneliti senior Imparisal, Al Araf, mempertanyakan keputusan pemerintah RI melibatkan diri dalam lembaga Board of Peace (BoP) dan pasukan International Stabilization Forces (ISF) yang dipimpin Amerika Serikat (AS).
Al Araf menilai langkah Presiden RI Prabowo Subianto tidak sesuai komitmen historis Indonesia untuk kemerdekaan Palestina. Sebab, Al Araf menilai Donald Trump sebagai pemimpin BoP akan membela kepentingan Israel.
"Indonesia hari ini dalam rezim Prabowo tidak menjembatani (perdamaian Palestina), Indonesia ini menjadi kaki tangan Trump dalam politik. Sementara, posisi Trump tidak berpihak terhadap kemerdekaan Palestina, posisi Trump berpihak pada Israel," kata Al Araf dalam program "Bola Liar" KompasTV, Jumat (20/2/2026).
Baca Juga: Israel Tangkap Imam Masjid Al-Aqsa, Batasi Akses Jemaah
Menurut Al Araf, keterlibatan Prabowo dalam BoP telah melanggar komitmen historis Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan Palestina. Partisipasi pemerintah dalam BoP disebutnya tidak sesuai komitmen politik luar negeri RI sejak Konferensi Asia-Afrika 1955.
Peneliti Imparsial tersebut menyatakan, partisipasi rezim Prabowo dalam BoP dan ISF justru membuat Indonesia masuk ke dalam hegemoni politik Donald Trump yang cenderung mengabaikan hukum internasional.
Terlebih lagi, BoP tidak mengakui secara tegas bahwa tindakan Israel di Palestina adalah penjajahan.
"Artinya ada prinsip dasar dari konstitusi dan sejarah Indonesia yang selama ini meneriakkan kemerdekaan Palestina, tapi faktanya rezim Prabowo tidak melakukan hal itu, tapi justru ikut langgam politik Trump," kata Al Araf.
"Saya ingin katakan, Prabowo melanggar prinsi-prinsip dasar, karena kita menolak penjajahan, apa yang dilakukan Israel di Palestina adalah penjajahan, karena itu kita menolak diplomasi dengan Israel selama ini."
Baca Juga: FIFA Gandeng Dewan Perdamaian, Bangun 50 Lapangan hingga Stadion Nasional di Gaza
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- board of peace
- donald trump
- prabowo subianto
- israel palestina
- imparsial





