Izin Operasi ExxonMobil di RI Diperpanjang hingga 2055, Investasi Naik USD 10 M

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memperpanjang izin operasi perusahaan migas asal Amerika Serikat (AS), ExxonMobil, di Indonesia dengan penambahan investasi USD 10 miliar.

Hal tersebut termasuk dalam Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang disepakati Pemerintah Indonesia dan AS. Perusahaan, melalui ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), merupakan pengelola Blok Cepu, salah satu sumber produksi minyak mentah terbesar di Indonesia selain PT Pertamina (Persero).

Bahlil mengatakan ExxonMobil sudah beroperasi lebih dari 100 tahun di Indonesia. Blok Cepu, kata dia, saat ini menghasilkan lifting minyak mentah kurang lebih 170.000 sampai 185.000 barel per hari (BOPD).

"Kita akan memperpanjang sampai dengan 2055 dengan total investasi kurang lebih menambah USD 10 miliar," ungkap Bahlil saat konferensi pers di AS, dikutip pada Sabtu (21/2).

Meski begitu, Bahlil menyebut masih ada catatan bagi pemerintah untuk mengatur ulang pembagian pendapatan negara dan perusahaan dalam skema cost recovery yang akan rampung dalam waktu dekat.

"Ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari komunikasi bilateral kita antara pihak swasta yang ada di sini maupun dengan Pemerintah Indonesia, termasuk di dalamnya adalah berkomunikasi dengan Pemerintah Amerika Serikat," ujar Bahlil.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengungkapkan pihaknya sudah menandatangani berbagai Nota Kesepahaman (MoU), termasuk dengan ExxonMobil, untuk pengadaan migas dari AS.

Dalam dokumen ART, Indonesia akan mengimpor komoditas energi AS senilai USD 15 miliar, mencakup pembelian LPG senilai USD 3,5 miliar, minyak mentah senilai USD 4,5 miliar, dan pembelian bensin olahan senilai USD 7 miliar.

"Kami juga telah merintis beberapa penandatanganan MoU dengan beberapa calon mitra dari Amerika Serikat antara lain ada ExxonMobil, Chevron, KDT Global Resources, ada juga dari Hartree. Dan kami juga masih membuka kepada calon-calon mitra dari Amerika Serikat," jelas Simon.

Selain itu, Pertamina juga baru saja menjalin kerja sama dengan perusahaan energi AS Halliburton terkait rencana peningkatan produksi migas dari lapangan-lapangan milik Pertamina.

"Antara lain untuk Oil Field Recovery. Jadi kerja sama tentunya tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tapi lebih dari itu dari transfer teknologi, dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan tentunya dengan best global practices dalam industri oil, minyak dan gas, yang bisa mendorong agar kita semakin meningkatkan produksi," tutur Simon.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
7 Tips Puasa Ramadan 2026 bagi Ibu Hamil agar Janin Tetap Sehat
• 22 jam lalugrid.id
thumb
Polisi Amankan Remaja Hendak Perang Sarung di Sleman, Orang Tua Dipanggil
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Benarkah Istighfar Menggugurkan Dosa? Ustaz Adi Hidayat Menjawab
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Blok M Jadi Magnet untuk Bukber, Warga Sudah Menyusun Rencana Sejak Beberapa Hari
• 7 menit lalukompas.com
thumb
Pupus Sudah! Bandung BJB Tandamata Tersingkir dari Final Four Proliga 2026 Usai Dibungkam Popsivo Polwan
• 19 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.