Sejumlah remaja di Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman, diduga hendak perang sarung pada Sabtu (21/2) pukul 00.45 WIB.
Polisi yang menerima informasi masyarakat lalu mengamankan remaja-remaja tersebut.
"Setibanya di lokasi, petugas mengamankan enam remaja yang diduga hendak melakukan perang sarung," kata Kasi Humas Polresta Sleman AKP Salamun.
Keenam remaja tersebut yakni:
1. HRP (14), pelajar SMP
2. MDA (15), pelajar SMA
3. HAR (15), pelajar SMP
4. AA (15), pelajar SMP
5. AS (16), pelajar SMK
6. AFP (16), pelajar SMK
Polisi juga mengamankan tiga sepeda motor yang digunakan keenam pelajar ini.
"Berdasarkan hasil pendalaman awal, rencana perang sarung tersebut bermula dari komunikasi melalui pesan WhatsApp antara salah satu remaja berinisial HRP dengan rekannya berinisial MAH, berdomisili di wilayah Minggir. Keduanya sepakat untuk bertemu di sekitar selatan TPST Minggir," jelas Salamun.
Tetapi sekitar pukul 23.30 WIB, salah satu pihak membatalkan rencana perang sarung dan kembali pulang. "Sementara itu, rombongan HRP masih berada di sekitar lokasi hingga akhirnya menimbulkan kecurigaan warga," jelasnya.
Warga kemudian menegur dan mengamankan para remaja ini. Informasi beredar cepat di grup WA sehingga warga mulai berdatangan.
"Untuk menghindari potensi gangguan kamtibmas dan tindakan main hakim sendiri, personel Polsek Minggir segera membawa para remaja ke Mapolsek Minggir guna dilakukan pembinaan dan pendataan lebih lanjut," katanya.
Polsek kemudian memanggil orang tua remaja-remaja ini. Selain itu mereka juga diberikan pembinaan.
"Serta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. Kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas wilayah serta tidak melakukan tindakan di luar hukum apabila mendapati kejadian serupa," pungkasnya.





