WASHINGTON, KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan Indonesia tak akan lakukan operasi militer di Gaza, meski jadi wakil komandan International Stabilization Force (ISF).
Menlu mengatakan mandat dari ISF mengizinkan negara peserta menyampaikan batasan pengerahan pasukan atau national caveat.
Sugiono mengungkapkan bahwa national caveat untuk tak melakukan operasi militer telah disampaikan kepada ISF.
Baca Juga: Menlu Sugiono Bertemu Utusan Palestina untuk PBB, Tegaskan Komitmen Indonesia Dukung Palestina
“Kemudian kita tidak melakukan pelucutan senjata, kita tidak melakukan apa yang disebut demiliterisasi,” ujar Sugiono dalam keterangan pers dikutip dari ANTARA, Sabtu (21/2/2026).
Sugiono menegaskan pasukan Indonesia hanya bertugas menjalankan misi kemanusiaan.
Ia juga mengatakan aturan rule of engagement juga telah telah ditetapkan jika diserang.
“Yang kita lakukan adalah menjaga masyarakat sipil di kedua belah pihak, kemudian terlibat dalam upaya-upaya kemanusiaan yang ada di sana,” tuturnya.
“Dan tentu saja ada hal-hal yang sifatnya merupakan rule of engagement (aturan keterlibatan) yang bisa kita lakukan sebagai pasukan apabila kita diserang dalam rangka mempertahankan diri,” ujar dia.
Sugiono menegaskan penunjukan Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF dinilai sebagai sebuah penghormatan dan penghargaan.
Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti
Sumber : ANTARA
- menlu sugiono
- indonesia
- isf
- wakil komandan
- operasi militer
- gaza





