HARIAN FAJAR, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar memanfaatkan momentum Ramadan 1447 H/2026 M untuk meningkatkan daya saing UMKM melalui penyelenggaraan Karebosi Ramadan Fair 2026. Kegiatan ini berlangsung pada 20–28 Februari 2026 di Pelataran Karebosi, Jalan R.A. Kartini, yang merupakan ikon sekaligus titik temu masyarakat Makassar.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Arlin Ariesta, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang transaksi ekonomi, tetapi juga langkah strategis memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di kota tersebut.
“Kita ingin menghadirkan ruang promosi dan interaksi yang bernuansa religius, sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat,” jelas Arlin. Secara filosofis, acara ini bertujuan menciptakan ekosistem ekonomi religi dengan memusatkan aktivitas ekonomi dan sosial dalam satu ruang publik yang ikonik selama Ramadan.
Selain itu, Karebosi Ramadan Fair 2026 juga menjadi bagian dari kalender event Kota Makassar tahun 2026 yang diarahkan untuk memperluas akses pasar serta memperkuat branding produk UMKM.
Dari total 160 pelaku UMKM yang mendaftar, sebanyak 40 tenant usaha mikro terpilih telah melalui proses kurasi untuk berpartisipasi dalam pameran dan pemasaran produk. Selain itu, acara ini dirangkaikan dengan berbagai kegiatan seperti workshop, coaching clinic, inkubasi usaha mikro, fasilitasi perizinan dan standarisasi usaha, gerakan pangan murah, edukasi reduce reuse dan recycle, serta talkshow inspiratif.
Beragam lomba juga digelar, mulai dari lomba dai cilik dan hafalan surah tingkat SD, lomba selawat nabi tingkat kecamatan, hingga kultum dan tausiah Ramadan. Penyerahan bantuan bahan pokok serta buka puasa bersama juga menjadi bagian dari rangkaian acara.
Harapan dan TargetArlin menegaskan bahwa rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus sosial dan spiritual bagi masyarakat.
“Kami berharap Karebosi Ramadan Fair dapat menjadi agenda tahunan yang semakin berkualitas, memperkuat posisi Karebosi sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif, sekaligus mendorong UMKM lokal naik kelas,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Pemkot Makassar mendorong UMKM agar semakin adaptif terhadap perkembangan digital, mulai dari transaksi non-tunai hingga penguatan citra produk agar lebih kompetitif di pasar yang semakin dinamis. (*/)




