Memperkuat Iklim Investasi Nasional melalui Integrated Tax Certainty Framework

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Dalam tiga tahun terakhir, iklim investasi Indonesia menunjukkan dinamika yang menarik sekaligus penuh tantangan di tengah peningkatan realisasi investasi dan perlambatan pada 2025 akibat ketidakpastian kebijakan serta kondisi global yang tidak menentu.

Ilustrasi foto menampilkan Presiden Prabowo Subianto berbincang dengan pengusaha Amerika Serikat di Washington DC pada Jumat 20 Februari 2026 terkait peluang investasi di Indonesia.

Sepanjang 2023, realisasi investasi langsung di Indonesia mencapai Rp1.714,2 triliun atau tumbuh 20,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kontribusi penanaman modal asing mencapai sekitar 52,5 persen dari total investasi dan menyerap lebih dari 2,45 juta tenaga kerja.

Data tersebut menunjukkan bahwa investor masih memiliki kepercayaan besar terhadap potensi ekonomi domestik meskipun terdapat tekanan global dan domestik.

Berdasarkan data Foreign Direct Investment pada kuartal pertama 2025, investasi asing langsung tumbuh 12,7 persen secara tahunan menjadi sekitar Rp230,4 triliun.

Investasi tersebut sebagian besar berasal dari Singapura, Hong Kong, China, Malaysia, dan Amerika Serikat.

Pada awal 2025, investor masih melihat peluang di pasar Indonesia meskipun tren global menunjukkan perlambatan investasi.

Namun sepanjang 2025, total FDI Indonesia hanya meningkat 0,1 persen menjadi sekitar Rp900,9 triliun dibandingkan 2024 sehingga mencerminkan stabilisasi yang lebih lambat dari harapan pasar.

Data kuartalan 2025 memperlihatkan arus FDI mengalami fluktuasi signifikan setelah turun pada kuartal III dan kembali meningkat sebesar 4,3 persen pada kuartal IV.

Fluktuasi tersebut mencerminkan ketidakpastian investor di tengah dinamika global dan domestik.

Rasio FDI terhadap PDB Indonesia pada 2024 mencapai 1,73 persen yang lebih tinggi dari rata-rata historis nasional namun masih berada di bawah rata-rata dunia.

Kondisi ini membuka ruang untuk meningkatkan daya tarik investasi asing melalui pembenahan struktural.

Tantangan struktural dan persepsi risiko tetap menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan investasi di Indonesia.

Ketidakpastian kebijakan, termasuk di bidang perpajakan, menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi persepsi risiko investor.

Dalam konteks tersebut, Integrated Tax Certainty Framework dipandang sebagai instrumen kebijakan strategis untuk memperkuat kepastian pajak.

Penguatan kepastian pajak dinilai dapat secara langsung memengaruhi persepsi risiko investor dan memperbaiki iklim investasi nasional secara keseluruhan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pegadaian Championship: Persipura Tantang PSS, Rahmad Darmawan Ingin Pemainnya Enjoy the Game
• 4 jam lalubola.com
thumb
Tarawih Bersama Warga, Kasatgas Tito Siap Dukung Penyelesaian Pembangunan Masjid Agung Islamic Centre Lhokseumawe
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Rebut Puncak Klasemen, Gresik Phonska Plus Tantang Megawati Hangestri Cs Tentukan Juara Putaran Kedua Proliga 2026 di Laga Terakhir
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Warga Tolak Lapangan Padel di Perumahan Pulomas, Belasan Spanduk Dibentangkan
• 3 menit lalukompas.com
thumb
Dulu Ditendang Keluar, Scott McTominay Sebut Kabar Ia akan Kembali ke MU Hanya Omong Kosong
• 16 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.