KOMPAS.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian melaksanakan salat Tarawih bersama masyarakat Kota Lhokseumawe di Masjid Agung Islamic Centre Lhokseumawe, Aceh, Jumat (20/2/2026).
Pada kesempatan tersebut, Tito menyampaikan rasa bahagianya dapat kembali bersilaturahmi dengan warga Lhokseumawe sekaligus menjalankan rangkaian ibadah Ramadhan bersama masyarakat.
“Saya bahagia bisa berkumpul bersama melaksanakan buka puasa, kemudian shalat Jumat, shalat Isya dan insyaallah sebentar lagi shalat Tarawih bersama di masjid kebanggaan warga Kota Lhokseumawe,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (21/2/2026).
Tito pun mengapresiasi desain dan kemegahan Masjid Agung Islamic Centre Lhokseumawe yang dinilainya menjadi ikon kota.
Ia bercerita, ketika mencari informasi tentang Lhokseumawe melalui internet, gambar masjid tersebut kerap muncul, terutama pada malam hari saat tampak indah dengan pencahayaan.
Baca juga: Kasatgas Tito Tegaskan Relokasi dan Percepatan Huntara bagi Warga Terdampak Banjir Aceh Utara
Namun, Tito menyoroti bahwa pembangunan masjid yang telah berlangsung hampir 30 tahun itu belum sepenuhnya rampung. Menurutnya, kondisi tersebut membuat bangunan belum optimal sebagai simbol kebanggaan daerah.
“Saya belum tahu harus berbuat seperti apa, tapi saya akan berbuat,” katanya.
Ia menegaskan bahwa akan berupaya mencari berbagai alternatif dukungan untuk membantu penyelesaian pembangunan masjid melalui jaringan pemerintah ataupun jejaring lain, termasuk kemungkinan dari luar negeri.
“Insyaallah saya juga banyak sahabat kawan-kawan yang peduli untuk pembangunan masjid,” ucapnya.
Fokus rehabilitasi pascabencanaSelain menyoroti pembangunan masjid, kunjungan Tito ke Aceh juga berfokus pada percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Ia mengatakan, Aceh menjadi salah satu wilayah terdampak bercana terluas jika dibandingkan provinsi lain di Sumatera.
“Itu sebabnya kami melaksanakan safari Ramadhan di Aceh ini dari hari pertama, menyusuri daerah pantai untuk meng-update dan mengetahui masalah apa saja yang masih dihadapi oleh pemerintah daerah ataupun masyarakat,” jelasnya.
Baca juga: Awali Kunjungan di Aceh Timur, Kasatgas Tito Laksanakan Salat Subuh dan Serahkan Bantuan Kemasyarakatan
Tito menegaskan, pemerintah akan terus bekerja keras untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah terdampak, termasuk di Lhokseumawe.
Pada rangkaian kunjungan tersebut, ia juga mencatat sejumlah persoalan lain yang perlu mendapat perhatian, termasuk penyelesaian pembangunan masjid.
“Dalam perjalanan ini kami juga menemukan masalah yang lain, seperti (pembangunan) masjid ini yang juga menjadi catatan bagi kami,” tuturnya.
Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini




