Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan membangun rumah susun bagi prajurit TNI Angkatan Laut (AL) di wilayah Jawa Timur. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan serta penyediaan hunian layak bagi prajurit.
Menteri PKP, Maruarar Sirait menyampaikan, kesepakatan pembangunan rusun tersebut dicapai dalam pertemuan bersama Kepala Staf Angkatan Laut Muhammad Ali serta jajaran Kementerian PKP, Jumat, 20 Februari 2026.
"Kami menyepakati akan membangun satu rumah susun untuk prajurit TNI Angkatan Laut di Jawa Timur. Selain itu, kami juga menyiapkan program renovasi rumah melalui BSPS," ujar Maruarar dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Sabtu, 21 Februari 2026.
Rusun yang direncanakan bernama Wisma Arunika tersebut ditargetkan mulai dibangun pada tahun ini. Tim survei dijadwalkan turun ke lapangan dalam waktu dekat untuk memastikan lokasi dan desain bangunan. Seluruh anggaran pembangunan akan bersumber dari APBN.
Kemudian Maruarar menegaskan, pemerintah tidak hanya menyediakan hunian vertikal, tetapi juga membuka akses prajurit terhadap program rumah subsidi. Prajurit aktif, khususnya golongan bintara dan tamtama, dapat memanfaatkan KPR bersubsidi dengan bunga 5 persen dan uang muka 1 persen, serta tenor cicilan hingga 20 tahun.
"Program ini sangat terjangkau. Saat pensiun nanti, prajurit sudah memiliki rumah sendiri. Rumahnya pun sudah dibangun terlebih dahulu, bukan hanya berupa gambar," jelasnya.
Sementara itu, Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali menjelaskan, lokasi rusun akan dibangun di kawasan dekat Surabaya. Wilayah tersebut dipilih karena merupakan pangkalan terbesar TNI AL dengan jumlah prajurit aktif dan purnawirawan yang cukup banyak, serta ketersediaan lahan milik TNI AL.
"Kami menyambut baik program ini. Lahan sudah siap dan berada di sekitar Surabaya," kata Muhammad Ali.
Direktur Jenderal Perumahan dan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, menambahkan bahwa saat ini pemerintah masih mengkaji dua opsi desain bangunan, yakni rumah susun tiga lantai dengan estimasi anggaran Rp28–32 miliar atau empat lantai dengan nilai sekitar Rp43 miliar.
Rumah Susun Wisma Arunika dirancang mampu menampung antara 176 hingga 240 personel TNI AL, dengan luas lahan minimal sekitar 3.000 meter persegi.
Editor: Redaksi TVRINews




