Jangan Langsung Makan Gorengan Pas Buka Puasa, Ini Dampaknya Kata Ahli Gizi

medcom.id
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Gorengan menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia, termasuk saat berbuka puasa. Namun, kebiasaan mengonsumsi gorengan ketika perut kosong setelah berpuasa seharian ternyata tidak dianjurkan dan sebaiknya dihindari karena berisiko mengganggu kesehatan pencernaan.
 
Dosen Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Dr dr Karina Rahmadia Ekawidyani, MGizi, menjelaskan, gorengan mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi akibat proses penggorengan.
 
“Sebenarnya tidak dianjurkan untuk berbuka puasa dengan gorengan,” ujarnya dalam siaran pers, dikutip Sabtu, 21 Februari 2026.

Ia menjelaskan, lemak merupakan zat gizi yang lebih sulit dicerna dibandingkan karbohidrat. “Gorengan ini kan digoreng berarti tinggi lemak. Nah, lemak itu termasuk sulit dicerna. Proses mencernanya dibandingkan dengan mencerna karbohidrat itu lebih lama,” katanya.
 
Menurut Karina, setelah berpuasa seharian, sistem pencernaan berada dalam kondisi istirahat cukup lama. Jika langsung menerima makanan tinggi lemak, sistem pencernaan harus bekerja lebih berat.
 
“Takutnya nanti ada gangguan di sistem pencernaan. Paling tidak mungkin sakit perut, mual, mules,” ujarnya.
 
Ia juga mengingatkan, konsumsi gorengan saat perut kosong dapat memicu peningkatan asam lambung, terutama pada orang yang memiliki riwayat gangguan lambung. “Bayangin ya, perut yang kosong, asam lambungnya meningkat. Kalau orang yang punya asam lambung itu pasti perih banget rasanya,” jelasnya.
 
Meski demikian, Karina menegaskan bahwa gorengan tidak sepenuhnya dilarang saat berbuka puasa. “Makan gorengan saat berbuka puasa itu boleh, tapi dengan catatan, diberi jeda waktu dan tidak berlebihan,” katanya.
 
Ia menyarankan agar gorengan dikonsumsi setelah perut diisi terlebih dahulu dengan makanan ringan atau makanan utama. Selain itu, jumlah gorengan juga perlu dibatasi. Konsumsi lemak berlebih secara terus-menerus berisiko menumpuk dalam tubuh dan dapat memicu obesitas.
 
“Kalau makanan gorengan tinggi lemak itu juga bisa berisiko kalau kita makan dalam jumlah yang banyak dan tidak bisa dikontrol setiap hari,” ujarnya.
 
Karina mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengontrol konsumsi gorengan saat berbuka puasa, tetapi juga dalam keseharian. Menurutnya, kebiasaan makan yang lebih sehat akan berdampak positif bagi kualitas kesehatan di masa mendatang.

Baca Juga :

Kenapa Awal Puasa Berbeda? Ini Penjelasannya

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eks Kapolres Terancam Pasal Hukuman Mati, Akankah Bernasib Sama dengan 6 ABK Penyelundup 2 Ton Sabu?
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Jadwal Buka Puasa Surabaya Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap dengan Doa Berbuka
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Menpora sebut bonus ASEAN Para Games sama seperti SEA Games
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Mendag Budi Santoso Kaji Ulang Aturan E-Commerce untuk Lindungi UMKM dari Gempuran Produk Impor Murah
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Bukan Iran, Trump Mau Berikan Izin Nuklir ke Negara Muslim Ini
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.