Washington: Presiden FIFA Gianni Infantino mengumumkan adanya “kemitraan sejati” antara badan sepak bola dunia tersebut dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace), meliputi rencana pembangunan besar infrastruktur sepak bola di Jalur Gaza yang ditujukan membantu membangun kembali komunitas melalui olahraga.
Dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Washington DC, Amerika Serikat pada Kamis lalu, Infantino menggambarkan sepak bola sebagai kekuatan global yang mampu menyatukan manusia.
“Poin pertama: sepak bola, atau soccer seperti disebut di sini, adalah bahasa universal dunia. Bahasa ini digunakan oleh 6 miliar orang, 6 miliar penggemar yang memiliki perasaan yang sama,” katanya, seperti dikutip Anadolu Agency, Jumat, 20 Februari 2026.
“Sepak bola adalah tentang harapan, tentang kegembiraan, tentang kebahagiaan. Ini tentang kebersamaan dan tentang menyatukan dunia. Kita akan menyatukan dunia di sini musim panas ini selama Piala Dunia," sambung Infantino.
Ia menekankan bahwa perdamaian merupakan syarat penting untuk mencapai persatuan tersebut, seraya mengumumkan “kemitraan sejati antara Dewan Perdamaian dan FIFA.”
“Saya sangat bangga dan sangat senang mengumumkan hal ini,” ujarnya, sembari menjelaskan bahwa setelah mendengar berbagai presentasi pada World Economic Forum di Davos, Swiss, ia menilai perlu ada tindakan nyata. “Kita perlu membantu. Kita perlu melakukan sesuatu.”
Ia juga menegaskan kontribusi FIFA tidak hanya akan berfokus pada pembangunan fisik di wilayah tersebut.
“Kita juga harus membangun kembali dan membangun manusia, emosi, harapan, dan kepercayaan. Inilah yang menjadi makna sepak bola, olahraga saya.”
Dalam kesempatan itu, Infantino turut menayangkan video promosi yang menjelaskan cakupan program tersebut.
Melalui kemitraan tersebut, video itu menyebut akan dibangun “ekosistem sepak bola lengkap” di Gaza, termasuk lapangan sepak bola, arena FIFA, akademi, serta stadion nasional.
Rencana tersebut mencakup pembangunan 50 lapangan mini FIFA Arena dengan perkiraan biaya 50.000 dolar AS per unit atau total sekitar 2,5 juta dolar AS. Selain itu, lima lapangan berukuran penuh akan dibangun di lima distrik berbeda dengan biaya sekitar 1 juta dolar AS per lapangan.
Program tersebut juga merencanakan pembangunan Akademi FIFA dengan investasi sekitar 15 juta dolar AS serta stadion nasional berkapasitas 20.000 hingga 25.000 penonton dengan nilai sekitar 50 juta dolar AS.
Baca juga: Menlu AS Sebut Board of Peace Dapat Jadi Model Penyelesaian Konflik Global




