PBB peringatkan ancaman kebakaran intai keluarga pengungsi Gaza

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Markas PBB (ANTARA) - Badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (20/2) memperingatkan adanya ancaman serius bagi keluarga pengungsi di Jalur Gaza dari tungku api terbuka yang digunakan untuk memasak di kamp-kamp pengungsian sementara yang kelebihan kapasitas hingga mencapai level berbahaya.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan para pengungsi memasak, tidur, dan menyimpan barang-barang mereka di ruang-ruang sempit. Praktik ini tidak hanya menimbulkan ancaman kebakaran bagi masyarakat, tetapi juga ancaman kesehatan bagi para pengungsi.

"Sejak November 2025, mitra kami telah mencatat setidaknya 12 kebakaran di kamp-kamp pengungsian ini," kata OCHA.

"Dalam sepuluh hari menjelang 17 Februari, badan kemanusiaan memberikan bantuan tempat penampungan kepada 85 keluarga di Deir al Balah dan Khan Younis yang tempat berlindungnya rusak akibat kebakaran di Gaza City," imbuh pernyataan OCHA.

Keluarga-keluarga pengungsi membutuhkan tempat berlindung yang layak untuk melindungi mereka dari alam dan memberikan privasi lebih. Mitra kemanusiaan menegaskan kembali kebutuhan mendesak untuk beralih ke solusi hunian yang lebih berkelanjutan, demikian disampaikan.

Pegiat kemanusiaan telah lama menyerukan kepada Israel untuk mengizinkan lebih banyak bantuan perlengkapan tempat tinggal yang lebih awet untuk masuk ke Jalur Gaza.

Badan tersebut menyatakan bahwa di banyak wilayah di Gaza, distribusi bantuan kemanusiaan masih memerlukan koordinasi dengan otoritas Israel. Dari 67 pergerakan yang telah dikoordinasikan pada periode 12 hingga 19 Februari, 43 di antaranya disetujui, sementara sembilan lainnya ditolak mentah-mentah. Delapan misi disetujui namun menghadapi hambatan, dengan enam di antaranya berhasil diselesaikan sepenuhnya.

Di Tepi Barat, OCHA memperingatkan tentang aksi kekerasan yang terus berlanjut dan praktik-praktik koersif lainnya oleh pasukan Israel dan komunitas pemukim yang menimbulkan korban jiwa, kerusakan properti, dan ketelantaran.

Badan tersebut mengatakan bahwa pada periode 3 hingga 16 Februari, pasukan Israel di Tepi Barat telah menewaskan tiga warga Palestina, menambah jumlah keseluruhan tahun ini menjadi sembilan, termasuk dua anak-anak.

"Selama periode yang sama, tercatat sedikitnya 86 serangan pemukim Israel, di mana lebih dari 60 warga Palestina mengalami luka-luka, dan sekitar 146 orang terpaksa mengungsi," kata OCHA.

Badan tersebut mengatakan bahwa sejak Januari 2023, dan hingga 16 Februari tahun ini, sedikitnya 880 keluarga Palestina, atau lebih dari 4.700 individu, telah mengungsi di seluruh Tepi Barat akibat serangan pemukim Israel dan pembatasan akses.




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aplikasi Alarm di HP Anti Gagal Bangun Sahur, Tak Mungkin Tidur Lagi
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Koordinasi jadi Kunci untuk Raih Sukses di SEA Games 2027
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
FPCI Rilis Rekomendasi Kebijakan untuk Dukung Program 100 GW PLTS
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Doa untuk Indonesia dan Palestina Warnai Milad ke-18 Adara Relief International
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kisah Egi-Fajar Jadi Guru Ngaji Sesama Tunanetra: Senang Teman Bisa Baca Alquran
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.