Setahun Memimpin Maros, Chaidir–Muetazim Fokus Kesehatan, Infrastruktur, dan MBG

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAROS — Di sektor kesehatan, Pemerintah Kabupaten Maros mencatat penurunan angka stunting dari 32,40 persen pada 2024 menjadi 22,40 persen pada 2025.

Sebagai bentuk penguatan layanan kesehatan, Pemkab Maros membangun RS Camba dan RS dr La-Palalloi.

Selain itu, diserahkan enam unit ambulans puskesmas, tiga unit ambulans untuk RSUD Camba, serta dua unit mobil PSC 119 berupa satu mobil jenazah dan satu ambulans di Dinas Kesehatan, dengan total anggaran Rp6 miliar untuk mendukung layanan ambulans gratis.

Sebanyak 47 unit motor juga diserahkan kepada perawat dan bidan desa sebagai tahap awal program penempatan satu tenaga kesehatan di setiap desa/kelurahan dengan nilai Rp1,125 miliar.

“Pada sektor infrastruktur, sejumlah proyek strategis turut diresmikan. Di antaranya Jembatan Minasa Upa Bontoa dan Jembatan Arra-Damma di Tompobulu dengan nilai proyek sekitar Rp3,5 miliar,” jelasnya.

Pembangunan jalan beton juga dilakukan di sejumlah wilayah pelosok, seperti poros Tompobalang–Bonto Matinggi, Damma–Bontosomba, hingga Tanete Bulu perbatasan Gowa dengan total anggaran kurang lebih Rp28 miliar.

Di sektor pendidikan, sebanyak 68 unit bangunan sekolah dari jenjang PAUD, SD hingga SMP dibangun dan direhabilitasi dengan nilai sekitar Rp23 miliar. Bantuan seragam sekolah untuk siswa SD dan SMP juga disalurkan dengan total anggaran Rp3,92 miliar.

“Sebanyak 68 unit bangunan sekolah dari jenjang PAUD, SD hingga SMP dibangun dan direhabilitasi dengan nilai sekitar Rp23 miliar. Bantuan seragam sekolah untuk siswa SD dan SMP juga disalurkan dengan total anggaran Rp3,92 miliar,” ungkapnya.

Sementara di sektor pertanian, bantuan alsintan digelontorkan, meliputi 99 unit traktor roda dua, 101 unit traktor roda empat, 36 unit pompa air, 18 unit combine harvester, serta empat unit power thresher.

Chaidir juga menegaskan dukungan terhadap program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden. Pemkab Maros telah memfasilitasi pembangunan 40 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengelola produksi dan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG), yang ditargetkan melayani sekitar 97.000 penerima manfaat di Kabupaten Maros.

Selain itu, kepengurusan Koperasi Merah Putih telah terbentuk di 103 desa/kelurahan, dengan 31 unit fasilitas yang telah terbangun. Untuk program Sekolah Rakyat, Pemkab Maros sementara menyiapkan tiga titik lokasi sambil menunggu persetujuan pemerintah pusat. (rin/*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KCIC Hadirkan Promo Group Deals Selama Ramadan
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Menpora Sambut Baik Wacana Provinsi Penyangga untuk Dukung PON 2028 di NTT dan NTB
• 1 jam lalueranasional.com
thumb
Stok Terjaga dan Harga Stabil, Sudin KPKP Jakarta Utara Pastikan Kebutuhan Pokok Aman di Awal Ramadhan 1447 H
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Kesepakatan Dagang RI-AS Deal, Proyek Semikonduktor USD4,9 Miliar Jadi Sorotan
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Ferrari Dominasi Tes Pramusim F1 Bahrain 2026, Leclerc Unggul Hampir 1 Detik
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.