Kesepakatan Dagang RI-AS Deal, Proyek Semikonduktor USD4,9 Miliar Jadi Sorotan

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Indonesia dan Amerika Serikat (AS) mengesahkan kesepakatan perdagangan final pada Kamis (19/2/2026).

Kesepakatan Dagang RI-AS Deal, Proyek Semikonduktor USD4,9 Miliar Jadi Sorotan (Foto: dok Freepik)

IDXChannel - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) mengesahkan kesepakatan perdagangan final yang menjadi turunan dari framework kerja sama bilateral yang disepakati pada Juli 2025.

Kesepakatan tersebut diteken langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump pada Kamis (19/2/2026).

Baca Juga:
RI-AS Sepakati Tarif Dagang, Danantara Siap Borong 50 Pesawat Boeing Senilai Rp227 Triliun

Dalam perjanjian terbaru ini, AS sepakat menurunkan tarif impor terhadap produk Indonesia dari sebelumnya 32 persen menjadi 19 persen.

Penyesuaian ini menempatkan tarif Indonesia sejajar dengan sejumlah negara Asia Tenggara seperti Thailand, Malaysia, dan Filipina, serta sedikit lebih rendah dibandingkan Vietnam yang dikenakan tarif 20 persen.

Baca Juga:
AS Cabut Sejumlah Pasal Kerja Sama Non-Ekonomi, Perjanjian Dagang Tak Korbankan Kedaulatan Indonesia

Selain itu, AS memberikan tarif 0 persen untuk sejumlah komoditas ekspor utama Indonesia, termasuk minyak sawit, kopi, kakao, karet, gandum, kedelai, komponen elektronik termasuk semikonduktor, serta komponen pesawat terbang.

Untuk produk tekstil dan pakaian tertentu, AS menerapkan tarif 0 persen melalui skema tariff rate quota (TRQ).

Baca Juga:
Intip Momen Prabowo dan Trump Teken Kesepakatan Dagang Tarif Resiprokal 19 Persen

Sebagai timbal balik, Indonesia akan menghapus bea masuk atas lebih dari 99 persen produk AS di seluruh sektor. Produk yang terdampak mencakup komoditas pertanian, produk kesehatan, makanan laut, teknologi informasi dan komunikasi, otomotif, hingga bahan kimia.

Indonesia juga berkomitmen menghapus pembatasan ekspor ke AS untuk seluruh komoditas industri, termasuk mineral kritis.

Baca Juga:
Teken Perjanjian Dagang, Indonesia Tak Bisa Pungut Pajak Google, Meta, hingga Netflix

Dalam kerangka implementasi, Indonesia akan mengimpor barang dan jasa dari AS senilai hingga USD33 miliar. Nilai tersebut terdiri dari pembelian energi AS sebesar USD15 miliar, pengadaan barang dan jasa sektor penerbangan sekitar USD13,5 miliar, serta impor produk pertanian lebih dari USD4,5 miliar.

Di sisi regulasi, Indonesia akan menangani berbagai hambatan non-tarif, termasuk akses produk pertanian AS ke pasar domestik, hambatan perdagangan digital, serta isu kelebihan kapasitas global di sektor baja dan dampaknya terhadap perdagangan bilateral.

Kesepakatan ini akan mulai berlaku 90 hari setelah diratifikasi oleh legislatif masing-masing negara. Kedua pihak juga sepakat membentuk dewan perdagangan dan investasi guna mengatasi potensi ketidakseimbangan dalam perdagangan bilateral ke depan.

Sejalan dengan kesepakatan pemerintah, perusahaan-perusahaan Indonesia turut menandatangani 11 nota kesepahaman (MoU) dengan total nilai mencapai USD38,4 miliar atau sekitar Rp684,2 triliun.

Kerja sama tersebut mencakup pengembangan mineral penting, perpanjangan kemitraan terkait operasi Freeport Indonesia, pembelian komoditas pertanian seperti jagung dan kapas, kerja sama bahan baku shredded worn clothes, sektor furnitur, hingga hilirisasi silika untuk mendukung produksi semikonduktor.

Stockbit dalam risetnya, Jumat (20/2/2026) menyoroti sektor semikonduktor sebagai salah satu poin strategis dalam paket kerja sama tersebut.

"Kerja sama di bidang semikonduktor menandai babak baru keterlibatan Indonesia dalam rantai pasok teknologi tinggi," tulis Stockbit.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Galang Bumi Industri Ahmad Maruf Maulana mengatakan, nilai investasi tahap awal proyek semikonduktor mencapai USD4,9 miliar atau sekitar Rp82 triliun.

Jika fase awal berjalan sukses, potensi tambahan investasi dapat mencapai USD26,7 miliar guna membangun siklus produksi semikonduktor terintegrasi di dalam negeri.

Kesepakatan ini akan membuka babak baru bagi keterlibatan Indonesia dalam rantai pasok teknologi tinggi global, sekaligus memperluas akses pasar dan memperdalam integrasi ekonomi kedua negara di tengah dinamika perdagangan internasional yang kian kompetitif.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nasib RI Menggantung, Kena Tarif 19% Sehari sebelum Trump Umumkan Tarif Baru 10%
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
BEI Tegaskan IPO Tak Bikin Pendiri Kehilangan Kendali, Ini Faktanya
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Millie Bobby Brown Jalani Hidup Baru Sebagai Ibu Usai Adopsi Anak Sejak 2025
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
15.160 Guru PAI Ikuti Uji Pengetahuan PPG Daljab Angkatan 4 Kemenag, Perkuat Kompetensi dan Profesionalisme
• 4 jam laludisway.id
thumb
Indosat Perkuat Sinyal di 75 Jalur Mudik & 790 Titik di RI saat Ramadan-Lebaran
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.