Bisnis.com, JAKARTA — Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa pemilik mayoritas Chelsea FC dan Los Angeles Lakers berkomitmen membawa kedua klub tersebut ke Indonesia untuk menjajaki kerja sama hingga menggelar pertandingan.
Rosan menegaskan, komitmen itu muncul dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan 12 pimpinan perusahaan investasi besar dunia yang berlangsung di Washington DC, Amerika Serikat (AS), Jumat (20/2/2026).
“Kebetulan salah satunya adalah ada owner majority dari Chelsea, Lakers juga dan dia berjanji mau bawa klub Chelsea dan Lakers ke Indonesia untuk kerja sama dan melakukan pertandingan,” ungkap Rosan, dikutip dari laman Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (21/2/2026).
Untuk diketahui, sebanyak 12 pemimpin perusahaan besar diketahui melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto. Rosan mengungkapkan bahwa 12 perusahaan yang hadir memiliki total aset kelolaan mencapai US$16 triliun.
Sepanjang pertemuan, Rosan menyebut bahwa para investor banyak memberikan masukan kepada Indonesia, terutama mengenai konsistensi kebijakan, pengembangan pasar modal, hingga risiko-risiko yang terukur.
Rosan yang juga merupakan Menteri Investasi dan Hilirisasi itu menyebut pertemuan yang berlangsung sekitar 2 jam itu sangat produktif dan membuahkan hasil. Dia mengungkapkan, setidaknya ada beberapa potensi kerja sama di sektor teknologi, renewable energy, infrastruktur, real estate, hingga ekonomi digital.
“Jadi ini adalah pertemuan yang sangat fruitful dan ini juga memberikan mengenai presence Indonesia itu di mata dunia ini makin baik,” ujarnya.
Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara Pandu Sjahrir menambahkan sejumlah investor perusahaan besar dunia menyatakan minatnya untuk menjajaki investasi di Indonesia melalui skema kemitraan dengan menggandeng Danantara sebagai calon mitra strategis.
Dalam pertemuan tersebut, Pandu menyebut bahwa para investor-investor ini menyatakan minatnya untuk berinvestasi dan berkolaborasi, baik di dalam maupun di luar Indonesia. Beberapa di antaranya juga ingin menjalin kemitraan langsung dengan membuka kantornya di Indonesia.
“Salah satu rangkumannya keinginan mereka untuk sekarang mulai berinvestasi dengan cara partnership dan menggunakan Danantara sebagai salah satu calon mitra mereka untuk berinvestasi,” ungkap Pandu.





