Trotoar Bersih di Pecinan Glodok Hanya Bertahan Dua Hari

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Penataan kawasan Pecinan Glodok, Jakarta Barat, yang sempat membuat trotoar terlihat lapang ternyata tidak berlangsung lama.

Trotoar yang bersih usai penertiban pedagang kaki lima (PKL) hanya bertahan dalam hitungan hari.

Pedagang bernama Suhan (bukan nama sebenarnya), PKl kembali menduduki trotoar dua hari setelah penertiban.

Baca juga: Pecinan Glodok Sempat Bersih dari PKL, Kini Kembali Banyak Lapak dan Parkir Liar

“Tapi itu, cuma dua hari saja bertahannya. Setelah itu balik lagi jualan seperti biasa. Sekarang ya sudah ramai lagi seperti sebelumnya," ucap dia saat ditemui Kompas.com, Sabtu (21/2/2026).

Ia mengaku mengingat betul momen ketika petugas Satpol PP melakukan penertiban. Ia menyebut perubahan suasana langsung terasa saat itu.

"Iya, sempat kemarin kan ditertibkan sama Satpol PP. Memang kelihatan lebih bersih, (trotoar) jadi lega karena pedagang-pedagang yang biasa di depan itu enggak ada. Petugas datang, mereka diminta beres-beres," ujar Suhan.

Menurut dia, trotoar benar-benar terasa lega pada hari penertiban. Aktivitas pejalan kaki pun lebih leluasa tanpa harus berdesakan dengan lapak.

“Kalau enggak salah Minggu kemarin. Seharian itu tertib, pedagangnya enggak kelihatan. Orang-orang yang jalan juga enggak sempit," kata dia.

KOMPAS.com/HAFIZH WAHYU DARMAWAN Parkir liar di Trotoar kawasan Pecinan Glodok Jakarta Barat, Sabtu (21/2/2026).

Sementara, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menyampaikan bahwa langkah penertiban tersebut merupakan bagian dari penataan kawasan menjelang perayaan Imlek.

Petugas akan kembali melakukan penertiban dalam waktu dekat setelah proses koordinasi.

"Kita akan tertibkan lagi nanti, secepatnya lah nanti. Saya harus koordinasi dulu kan, kalau memang hari ini bisa laksanakan, hari ini di laksanakan," katanya saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu.

Baca juga: Sempat Ditertibkan, Parkir Liar di Pecinan Glodok Kembali Muncul Jelang Imlek

Terkait pengawasan di lapangan, Satriadi mengatakan diperlukan kesiapan personel apabila penjagaan dilakukan secara penuh selama 24 jam.

"Kalau pengawasan, ya nanti kita lakukan terus-menerus karena kan kalau 1x24 jam anggota harus standby di situ juga kan harus menyiapkan pos, nah, itu kan berarti juga personel juga kan harus," ucap dia.

Pantauan Kompas.com di lokasi, trotoar yang sebelumnya sempat bersih kini kembali dipadati lapak pedagang.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Gerobak makanan, meja dagangan, hingga tenda payung berjejer di sepanjang jalur pejalan kaki. Sebagian ruas bahkan turut dipenuhi kendaraan yang terparkir di trotoar.

Akibatnya, ruang gerak pejalan kaki kembali menyempit guna menghindari lapak dan kendaraan yang parkir sembarangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bupati Luwu Patahudding Mutasi Kadis, Ganti Camat dan Lurah, Ini Daftarnya
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Instabilitas Sistem Presidensial dan Erosi Demokrasi di Peru
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Rebut Puncak Klasemen, Gresik Phonska Plus Tantang Megawati Hangestri Cs Tentukan Juara Putaran Kedua Proliga 2026 di Laga Terakhir
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Dugaan Penggelapan Dana KSP Tunas Harapan Mulai Diseldiki Polisi
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Sejarah Hari Peduli Sampah Nasional, Diperingati Setiap 21 Februari
• 3 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.