TABLOIDBINTANG.COM - Marcel Radhival atau Pesulap Merah mengungkap alasan di balik keputusannya menikahi Ratu Rizky Nabila. Ia menyebut, langkah tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas hubungan yang kian serius di antara keduanya.
Marcel menjelaskan bahwa pernikahan itu berangkat dari kekhawatirannya terhadap kedekatan mereka yang semakin intens.
"Memang dia mengajak nikah berkali-kali kan. Nah saya mikir, iya juga karena kalau misalkan kita dekat-dekat terus nanti ujung-ujungnya zina nih kalau dekat-dekat terus. Untuk menghindari zina itu, akhirnya ya sudah nikah lah kita," kata Pesulap Merah, kepada wartawan di Jakarta, baru-baru ini.
Sebagai informasi, Marcel Radhival dikenal luas publik berkat konten-kontennya yang membongkar praktik perdukunan dan trik sulap di media sosial. Namanya kerap menjadi sorotan karena gaya bicaranya yang lugas dan kontroversial. Sementara itu, Ratu Rizky Nabila juga telah lama dikenal sebagai figur publik yang beberapa kali menjadi perhatian media karena kehidupan pribadinya.
Keputusan Marcel untuk berpoligami sempat memicu konflik rumah tangga pada 2025, terutama ketika istri pertamanya, Tika, mengetahui pernikahan tersebut. Namun, menurut Marcel, hubungan kedua istrinya perlahan membaik sebelum Tika meninggal dunia.
Selama ini, Marcel dan Tika memang tinggal terpisah kota. Marcel lebih banyak berada di Jakarta untuk menjalani aktivitas syuting dan pekerjaan, sementara Tika menetap di kota lain. Ia menegaskan, keputusan merahasiakan pernikahan keduanya pada awalnya dilakukan demi menjaga kondisi kesehatan sang istri pertama.
"Kalau sampai saya bilang ke istri pertama saya pada saat itu saya khawatir mentalnya malah terganggu nih karena saya mikir saya bisa kok bertanggung jawab, stok waktunya juga akan sama aja seminggu di Bandung seminggu di Jakarta gitu. Makanya pada saat awal pernikahan memang gak izin sama istri pertama," jelasnya.
Di sisi lain, pihak keluarga Tika menyampaikan kekecewaannya atas keputusan Marcel untuk berpoligami di tengah kondisi kesehatan Tika yang menurun. Pernyataan tersebut disampaikan oleh ibu Tika, Endang, saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan.
"Ya otomatis kesedihan dalam banget buat keluarga, kehilangan anak. Dalam kondisi sakit yang parah, dia pergi juga membawa luka ya, luka batin, luka yang jelas fisik," ujar ibu Tika, Endang.




