Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan berkunjung ke Beijing, China dari 31 Maret hingga 2 April, menyusul pengumuman Mahkamah Agung AS yang membatalkan tarif besar-besaran Trump atas barang impor.
Pertemuan antarpemimpin negara dengan ekonomi terbesar dunia ini disebut berbagai pihak sebagai pertemuan yang sangat dinantikan.
Dikutip dari Reuters, seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi perjalanan itu pada Jumat (19/2), tepat sebelum pengadilan tertinggi AS membatalkan keputusan tarif Trump.
Adapun menanggapi keputusan Mahkamah Agung Trump pun murka.
“Saya bisa menghancurkan perdagangan, bisa menghancurkan suatu negara. Saya bisa melakukan apa pun yang saya mau,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.
Pasalnya, Trump telah menggunakan banyak tarif yang dibatalkan itu dalam perang dagang global, termasuk sejumlah tarif terhadap rivalnya, China.
Semetarara itu, pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping diperkirakan akan fokus membahas perpanjangan gencatan senjata perdagangan, yang mencegah kedua negara menaikkan tarif lebih lanjut.




