Tiga orang remaja di tewas usai tertabrak Kereta Api Argo Merbabu relasi Semarang-Gambir di KM 81 di jalur hilir antara Stasiun Batang-Stasiun Pekalongan, Jawa Tengah, tepatnya di perlintasan wilayah Kedungmiri Kasepuhan Batang, pada Sabtu (21/2) pukul 06.53 WIB.
Akibat insiden ini, KA Argo Merbabu berhenti Luar Biasa (BLB) di lokasi guna pemeriksaan kondisi sarana. Setelah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan aman, KA Argo Merbabu kembali melanjutkan perjalanan dari lokasi pada pukul 07.09.
"PT KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan atas kejadian tersebut," kata Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, dalam keterangannya.
Dikutip dari Antara, tiga korban yang meninggal dunia itu adalah pelajar bernama Isnati Sawita (15), Dila (15), dan Gita (15). Semuanya warga Kelurahan Kasepihan, Kecamatan Batang. Disebutkan juga bahwa mereka sedang berswafoto di sekitar jalur kereta GOR Sarengat pada saat kejadian.
Lebih lanjut, Luqman mengatakan KAI Daop 4 Semarang mengimbau agar masyarakat tidak berkegiatan di jalur kereta api.
"Hal tersebut sesuai dengan pasal 181 ayat (1) UU 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Dalam ayat (1) pasal tersebut menyatakan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api; menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api; atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api," ujarnya.
"KAI Daop 4 Semarang akan terus melakukan penyampaian imbauan keselamatan baik di internal maupun eksternal sebagai upaya preventif dalam rangka menekan angka kecelakaan," tambahnya.
Hingga saat ini belum ada keterangan dari pihak kepolisian terkait penyebab ketiga remaja tersebut bisa tertabrak kereta api.





