SUKABUMI, iNews.id - Duka mendalam dirasakan Anwar Satibi ayah kandung dari bocah berinisial NS (12) di Sukabumi, Jawa Barat, yang tewas dengan luka bakar di tubuhnya. Belum diketahui penyebab kematian korban yang diduga akibat dianiaya ibu tiri.
Dalam beberapa video, terlihat Anwar begitu terpukul dan tak berhenti menangis histeris. Baik saat berada di rumah sakit maupun ketika mengantar jenazah ke rumah duka.
Di tengah proses hukum yang berjalan, Anwar mengenang cita-cita sederhana anaknya yang merupakan seorang santri. Sang anak memiliki mimpi mulia menjadi seorang kiai dan telah mondok selama 1 tahun.
Dalam perkembangan kasus autopsi NS Sukabumi, Anwar menceritakan momen terakhir yang sangat membekas di hatinya. Dia mengaku baru saja memberikan uang saku kepada anaknya sebelum kejadian tragis itu.
“Beda dengan orang lain, dia ingin jadi kiai, sudah 1 tahun (mondok) sejak dia masuk SMP, sampai kemarin saya pulang di Sukabumi saya kasih uang Rp50.000. Dia bilang alhamdulillah terus sama dia, uangnya ditaruh di dahi, alhamdulillah katanya buat nanti bekal di pesantren. Yang membuat saya sakit, cita-cita dia menjadi kiai,” ujar Anwar dikutip dari iNews Sukabumi, Sabtu (21/2/2026).
Kenangan itu kini menjadi luka mendalam bagi keluarga. Anwar menegaskan kasusnya telah dilaporkan ke polisi, jenazah anaknya sudah diautopsi. Dia berharap aparat penegak hukum bertindak tegas apabila ditemukan unsur pidana.
“Harapan saya kalau memang ini terbukti biar jadi efek jera untuk seluruh umat, kita harus ingat negara kita ini negara hukum, apa pun perlakuan manusia di muka bumi ini tentunya itu harus bisa dipertanggungjawabkan, jadi jangan semena-mena,” ucapnya.
Sebelumnya, tim forensik RS Bhayangkara TK II Setukpa Sukabumi menemukan sejumlah luka pada tubuh korban. Dalam temuan awal autopsi NS Sukabumi, terdapat luka bakar di beberapa bagian tubuh. Meski begitu, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan.
Tim forensik masih menunggu pemeriksaan laboratorium tambahan untuk memastikan penyebab kematian NS. Kasus ini menjadi perhatian publik yang menanti kejelasan siapa pelaku atas kejadian ini.
Original Article



