TANGERANG, KOMPAS.com — Di sepanjang Jalan Raya Pagedangan, Kabupaten Tangerang, suasana yang dulu lengang kini perlahan berubah.
Pagar-pagar tinggi berdiri berderet, dan suara pukulan bola bersahutan hampir setiap sore hingga malam.
Dalam jarak kurang dari satu kilometer, setidaknya tujuh lapangan padel berdiri saling berdekatan. Kawasan itu kini dikenal warga sebagai “Kampung Padel”.
Baca juga: Warga Tolak Lapangan Padel di Perumahan Pulomas, Belasan Spanduk Dibentangkan
Berdasarkan pantauan Kompas.com, tujuh lapangan tersebut adalah Tranquoilo Club Padel, Padel Haus BSD, Alba Prime Padel, Alba Tross Padel, Racquet Padel Club BSD, PadelX BSD, dan Dogout Padel Club.
Jarak antar-lapangan pun sangat dekat. Dari Tranquoilo Club Padel ke Padel Haus BSD hanya sekitar 50 meter. Padel Haus BSD ke Alba Prime Padel sekitar 40 meter.
Alba Prime ke Alba Tross sekitar 140 meter. Alba Tross ke Racquet Padel Club BSD hanya 30 meter.
Racquet Padel Club BSD ke PadelX BSD sekitar 300 meter, dan PadelX BSD ke Dogout Padel Club sekitar 150 meter.
Semua lapangan itu aktif digunakan. Kendaraan roda dua dan roda empat silih berganti keluar-masuk area parkir.
Baca juga: Warga Pulomas: Lapangan Padel Sudah Diberi SP3 hingga Perintah Pembongkaran
Warga setempat, Ratna (43), mengatakan perubahan itu terjadi dalam waktu singkat.
“Belum ada setahun sih sudah banyak begini. Dulu tanah kosong,” ujar Ratna saat ditemui Kompas.com di lokasi, Sabtu (21/2/2026).
Ia menjelaskan, sebelum lapangan-lapangan padel berdiri, sebagian lahan di kawasan tersebut masih kosong.
Memang sudah ada fasilitas olahraga seperti golf dan badminton, namun tren padel membuat kawasan itu jauh lebih ramai dibanding sebelumnya.
Salah satu lapangan yang cukup dikenal warga adalah Alba Padel karena sebelumnya lokasi tersebut sudah memiliki fasilitas olahraga lain.
Meski aktivitas berlangsung hingga malam, Ratna mengaku tidak merasa terganggu.
Baca juga: Warga Duga Pengelola Lapangan Padel di Pulomas Manipulasi Tanda Tangan untuk Dapat Izin