VIVA – Pemerintah Inggris dikabarkan tengah menyiapkan langkah hukum untuk mencabut gelar kebangsawanan sekaligus menghapus Pangeran Andrew dari garis suksesi takhta, menyusul kontroversi terbaru yang kembali menyeret namanya.
Wacana tersebut mencuat setelah Andrew ditangkap pada Kamis, 19 Februari 2026, atas dugaan pelanggaran jabatan publik, menyusul pengungkapan dokumen baru di Amerika Serikat terkait terpidana pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. Meski telah dibebaskan 11 jam kemudian, penangkapan itu memicu gelombang reaksi politik di Westminster.
Laporan BBC menyebut pemerintah berencana mengajukan proposal undang-undang yang secara resmi akan mencegah Andrew—yang kini menggunakan nama Andrew Mountbatten-Windsor—untuk pernah menduduki takhta kerajaan.
Sejumlah politisi lintas partai menyuarakan sikap tegas. Ed Davey dari Partai Demokrat Liberal menilai isu ini layak dipertimbangkan parlemen, sembari menegaskan bahwa monarki tentu ingin memastikan Andrew tidak pernah menjadi raja.
Stephen Flynn dari Partai Nasional Skotlandia (SNP) menyebut publik wajar merasa marah jika seseorang yang dikaitkan dengan Epstein masih berpeluang menjadi kepala negara. Andrew Bowie dari Partai Konservatif pun menyatakan parlemen berhak bertindak apabila yang bersangkutan dinyatakan bersalah.
Tekanan publik juga terlihat dalam survei YouGov yang dirilis Jumat, di mana 82 persen responden mendukung penghapusan Andrew sepenuhnya dari garis suksesi, sementara hanya 6 persen yang ingin ia tetap dipertahankan.
Secara historis, perubahan garis suksesi terakhir dilakukan melalui Succession to the Crown Act 2013, yang memperbarui aturan diskriminatif terhadap pernikahan dengan penganut Katolik. Adapun preseden penghapusan melalui undang-undang pernah terjadi pada 1936 ketika Edward VIII turun takhta demi menikahi Wallis Simpson, sehingga ia dan keturunannya kehilangan hak atas mahkota.
Terkait kasus terbaru, Kepolisian Thames Valley menyatakan telah memulai penyelidikan atas dugaan pelanggaran jabatan publik setelah melakukan penilaian menyeluruh. Andrew membantah melakukan pelanggaran hukum terkait hubungannya dengan Epstein.
Andrew, adik Raja Charles III, pernah menjabat sebagai utusan dagang Inggris pada 2001–2011 sebelum mundur dari tugas kerajaan pada 2019 setelah relasinya dengan Epstein menjadi sorotan. Dalam dokumen terbaru yang diungkap di AS, Andrew disebut pernah membagikan jadwal perjalanan dinasnya pada 2010 kepada Epstein serta meneruskan laporan resmi perjalanan tersebut.





