Takut Penuh Jelang Maghrib, Pemburu Takjil Serbu Blok M Sejak Sore

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sore belum sepenuhnya turun, azan Maghrib pun masih cukup lama. Namun kawasan Blok M, Jakarta Selatan, sudah lebih dulu dipenuhi warga, Sabtu (21/2/2026).

Sejak sekitar pukul 16.45 WIB, arus pejalan kaki terus mengalir di trotoar dan sentra kuliner. Lapak-lapak takjil diserbu pembeli. Warga tampak berkeliling, memilih makanan dan minuman untuk berbuka.

Sebagian sudah menenteng kantong plastik berisi es buah, gorengan, hingga makanan berat. Banyak pula yang datang berkelompok, bersama keluarga atau teman.

Baca juga: Korban Pencopetan Ponsel di Blok M Lapor Polisi, CCTV dan Saksi Diperiksa

Meski waktu berbuka masih sekitar satu jam lagi, sejumlah warga mengaku sengaja datang lebih awal agar tidak kehabisan tempat dan pilihan menu.

Nadya (27), warga Pasar Minggu, mengatakan ia dan tiga temannya memang sudah merencanakan berbuka di Blok M sejak beberapa hari lalu.

“Kami memang sengaja datang lebih cepat supaya bisa muter-muter dulu. Kalau datang mepet maghrib pasti sudah penuh banget,” ujar Nadya saat ditemui di lokasi, Sabtu.

Menurut dia, suasana Blok M saat Ramadan terasa berbeda dibanding hari biasa.

“Setiap puasa pasti ke sini minimal sekali. Rasanya lebih seru buka di luar, apalagi di Blok M yang pilihannya banyak,” katanya.

Hal serupa disampaikan Fajar (32), warga Ciputat, yang datang bersama istri dan anaknya. Ia memilih Blok M untuk menikmati suasana ramai khas Ramadan.

Baca juga: Mencicipi Takjil Kolak Viral yang Selalu Ramai di Mangga Besar

“Kita memang niat buka di sini. Dari rumah sudah sore biar sekalian jalan-jalan dulu sebelum azan,” ucap Fajar.

Ia menilai datang lebih awal membuat keluarganya lebih leluasa memilih makanan.

“Kalau sudah dekat maghrib pasti desak-desakan. Jadi mending sekarang, masih longgar walaupun sudah ramai,” ujarnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Hingga pukul 17.00 WIB, jumlah pengunjung terus bertambah. Trotoar semakin padat, langkah pejalan kaki melambat.

Maghrib memang belum tiba, tetapi bagi banyak warga, berburu takjil di Blok M sudah menjadi bagian dari suasana Ramadan itu sendiri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jawaban Adem Atta Halilintar Soal Aurel Tak Diposting di IG Ibunya
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Media Italia Tak Habis Pikir dengan Jay Idzes, Kapten Timnas Indonesia Itu Tampil Nyaris Sempurna Bareng Sassuolo
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Apresiasi Progres Pemulihan di Bireuen, Kasatgas Tito: Presiden Prabowo Kerahkan Semua Kekuatan untuk Memperbaiki
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Taman Semanggi Bakal Dipercantik, Dilengkapi Outdoor Gym hingga Ruang Seni
• 22 jam laludisway.id
thumb
Gibran: 11 Juta Santri Ponpes Kekuatan Sosial-Ekonomi Masa Depan
• 1 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.