Gibran: 11 Juta Santri Ponpes Kekuatan Sosial-Ekonomi Masa Depan

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengatakan bahwa 11 juta santri yang tersebar di 42.000 pondok pesantren (ponpes) menjadi kekuatan sosial-ekonomi masa depan bangsa.

Menurut Gibran, pesantren memiliki kekuatan sosial-ekonomi untuk masa depan yang terus berakar di tengah masyarakat.

"Saat ini ada lebih dari 42.000 pondok pesantren dengan lebih dari 11 juta santri di dalamnya. Ini bukan sekadar angka, ini adalah kekuatan sosial-ekonomi masa depan yang berakar di tengah masyarakat serta tumbuh dari tradisi dan semangat perjuangan," ujar Gibran dikutip dari tayangan YouTube GibranTV, Sabtu (21/2/2026).

Baca juga: Gibran Ungkap Alasan Prabowo Bentuk Dirjen Pesantren di Kemenag

Karena itu, Gibran menyebut pesantren adalah lembaga pendidikan yang menjadi warisan peradaban, tempat di mana ilmu dan akhlak bersatu.

"Dari pesantren telah lahir tokoh-tokoh bangsa, pejuang kemerdekaan, ulama-ulama besar, para pemimpin umat, dan entrepreneur sejati penggerak ekonomi masyarakat," ucapnya.

Pesantren, kata Gibran, bukan hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi santrinya.

"Dari pesantren, santri bisa mendapat bekal ilmu agama dan ilmu praktis kemandirian ekonomi seperti di sektor pertanian, peternakan, konveksi, hingga beragam industri halal," ucapnya.

Baca juga: Gibran Ungkap Lapor Mas Wapres Selesaikan Aduan Tebus Ijazah hingga Tunggakan SPP

Salah satu contohnya, produk digital printing berkualitas yang dipakai salah satu perusahaan di Belanda.

Produk tersebut bukan dibuat dari agensi periklanan di Jakarta, tetapi berasal dari unit usaha Jitu Printing dari Ponpes Edi Mancoro di Semarang.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Ini adalah bukti bahwa pesantren sebenarnya memiliki kemampuan menghasilkan produk yang mampu menembus pasar internasional," kata Gibran.

Atas dasar ini, Presiden RI Prabowo Subianto membentuk Direktorat Jenderal Pesantren karena ingin pengembangan pondok pesantren dan menjadikan pesantren sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indonesia Pimpin Organisasi Kerja Sama Ekonomi D-8
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
Tarif Resiprokal Disepakati, Produk AS Bebas Syarat Halal di RI
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
AS Nomor 2! Ternyata RI Paling Banyak Ngutang ke Negara Ini
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Neymar pertimbangkan pensiun pada akhir tahun ini
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Kubu Kerry Tuduh Jaksa Sengaja Tak Hadirkan Irawan Prakoso untuk Kaburkan Fakta
• 15 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.