Dirut Agrinas Blak-blakan Alasan Impor Pikap Rp24,66 Triliun dari India

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – PT Agrinas Pangan Nusantara tengah menjadi sorotan seiring dengan kebijakan impor 105.000 unit pikap asal India dengan nilai kontrak sekitar Rp24,66 triliun di tengah tekanan terhadap industri otomotif nasional sepanjang 2025.

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota menjelaskan, alasan utama kebijakan impor tersebut karena perseroan membutuhkan kendaraan niaga berpenggerak empat roda (4x4) untuk mendukung distribusi pangan dan hasil pertanian ke pelosok desa-desa dalam program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Pasalnya, lanjut dia, seluruh pabrikan kendaraan di Indonesia saat ini juga belum ada yang memproduksi lokal kendaraan 4x4, melainkan juga masih mengimpor secara utuh (completely built up/CBU) dari negara lain.

"Pertimbangan pertama adalah bahwa kami memesan mobil 4x4 yang memang tidak diproduksi di Indonesia. Selama ini, 4x4 merek apa pun itu kan full impor," ujar Joao kepada Bisnis, dikutip Sabtu (21/2/2026).

Tak hanya itu, Joao juga blak-blakan mengakui bahwa pihaknya mendapatkan harga yang jauh lebih murah dari India, dibandingkan model-model yang ada di pasar domestik saat ini. 

Perlu diketahui, Indonesia saat ini menjalin perdagangan bebas multilateral dengan India melalui skema Asean–India Free Trade Area (AIFTA). Perjanjian dagang ini mengatur penurunan hingga penghapusan tarif bea masuk atas sejumlah komoditas secara bertahap, serta mencakup kerja sama di sektor jasa dan investasi.

Baca Juga

  • Agrinas Borong 105.000 Pikap dari India, Apa Kabar Mobnas Prabowo?
  • Celios: Impor 105.000 Pikap India Bisa Rugikan Ekonomi Rp39 Triliun
  • GIAMM Kritik Agrinas Soal Impor 105.000 Pikap India: Industri Komponen Babak Belur

“Kedua, kami memesan dengan harga yang sangat kompetitif atau hampir 50% lebih murah dari kompetitornya. Dari sisi durability, power, dan fuel consumption, kendaraan ini sangat andal dan sangat bagus,” tuturnya.

Joao mengonfirmasi total anggaran pembelian kendaraan dari India mencapai sekitar Rp24,66 triliun. Dia bilang, perseroan ingin mengedepankan prinsip value for money, agar harga yang dibayarkan sebanding dengan manfaat yang diterima. 

Menurutnya, Agrinas kini menghadirkan produk alternatif yang diklaim lebih unggul dan siap bersaing dengan pabrikan lain. Langkah ini disebut untuk memperluas pilihan masyarakat dengan harga lebih kompetitif dan kualitas lebih baik, serta dinilai sah dalam mekanisme pasar.

“Mengapa merek-merek tertentu yang selama ini menguasai pasar tidak mau memberikan harga yang kompetitif? Kami sudah melakukan penjajakan dengan mereka, tetapi selisih harganya antara Rp120 juta sampai Rp150 juta per unit,” katanya.

Dia mengatakan, selain kendaraan pikap, sejatinya Agrinas Pangan juga sudah memesan truk roda enam kepada sejumlah pabrikan yang ada di Indonesia seperti Mitsubishi Fuso hingga Hino. Namun, terkendala di ketersediaan stok dalam jumlah besar. Alhasil, perseroan juga mengimpor truk ringan merek Tata Motors asal India.

Secara terperinci, sebanyak 35.000 unit mobil pikap Scorpio dipasok oleh produsen otomotif Mahindra. Sementara itu, 70.000 unit lainnya disuplai oleh Tata Motors India, yang terdiri atas Yodha Pick Up dan truk Ultra T.7 masing-masing 35.000 unit. 

Nantinya, satu Kopdes akan mendapatkan satu unit truk roda enam. Adapun, terkait distribusi kendaraan sudah mulai disalurkan sejak Rabu (18/2/2026) di wilayah Jawa Timur, kemudian akan disalurkan bertahap ke berbagai daerah lainnya.

"Saat ini ada 1.207 Kopdes yang sudah 100% selesai dan sudah mulai didistribusikan. Kemudian ada 30.507 yang sedang dibangun. Kendaraan akan segera dikirim ke Kodim-Kodim, dan ketika selesai langsung dimobilisasi ke koperasi tersebut,” pungkas Joao.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Biro SDM Polda Sumsel Gelar Bakti Sosial Ramadan untuk Warga Gandus dan Kertapati
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Tanggapan Pihak Insanul Fahmi soal Laporan Wardatina Mawa Naik ke Penyidikan
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Amankan Remeja Hendak Perang Sarung di Sleman, Orang Tua Dipanggil
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal Buka Puasa Wilayah Medan Hari ini 21 Februari
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Cara Paling Mudah Lacak Lokasi Orang Pakai HP
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.