SEMARANG, KOMPAS.TV- Provinsi Jawa Tengah diproyeksikan menjadi simpul terpadat dalam arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Selain sebagai daerah tujuan favorit nasional, wilayah ini juga menjadi titik lintasan utama pergerakan masyarakat di Pulau Jawa.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebutkan, terdapat sejumlah titik rawan yang perlu diantisipasi selama masa Angkutan Lebaran (Angleb) 2026.
Mulai dari potensi kemacetan di kawasan wisata, perlintasan sebidang, hingga titik rawan bencana seperti banjir.
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa di Bandung, Medan, Aceh, Makassar, dan Denpasar Hari ini 21 Februari 2026
“Jawa Tengah memiliki peran sentral dalam menjaga kelancaran pergerakan di Pulau Jawa selama angkutan lebaran. Kesiapan infrastruktur dan manajemen simpul transportasi menjadi faktor penentu,” kata Menhub dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Angleb 2026 di Semarang, Jumat (20/2).
Berdasarkan Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran 2026, Jawa Tengah menjadi provinsi tujuan favorit pertama nasional dengan perkiraan 38,71 juta orang bergerak.
Di sisi lain, provinsi ini juga termasuk daerah asal utama dengan potensi pergerakan 16,57 juta orang.
Baca Juga: Tol Prambanan–Purwomartani Diprediksi Jadi Titik Rawan Macet saat Mudik 2026
Kepadatan diperkirakan terjadi di simpul transportasi darat dan perkeretaapian, terutama pada periode puncak arus mudik dan balik.
Penulis : Dina Karina Editor : Deni-Muliya
Sumber :
- mudik lebaran 2026
- arus mudik 2026
- mudik jawa tengah
- menteri perhubungan
- dudy purwagandhi





