SEMARANG, KOMPAS.TV- Ancaman banjir di sejumlah titik jalur kereta api di Jawa Tengah menjadi perhatian serius pemerintah menjelang Angkutan Lebaran 2026.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan, wilayah ini merupakan koridor utama pergerakan penumpang saat arus mudik dan balik.
Sehingga gangguan sekecil apa pun berpotensi memicu keterlambatan perjalanan.
Ia menegaskan, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga keandalan layanan kereta api selama periode Lebaran.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Bayangi Mudik 2026: BMKG, Polri hingga KAI Siapkan Langkah Antisipasi
“Kami juga meminta dukungan dan kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, khususnya dalam pengendalian tata air, penanganan titik genangan di sekitar jalur, serta percepatan respons apabila terjadi kondisi darurat, agar layanan kereta api selama Angkutan Lebaran tetap aman, andal, dan lancar,” kata Dudy dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 di Semarang, Jumat (20/2).
Ia mengatakan, Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah menyiagakan patroli dan petugas selama 24 jam di titik rawan banjir.
Selain itu, dilakukan normalisasi drainase, penguatan prasarana, penyediaan material tanggap darurat, hingga penyusunan skema rekayasa operasi apabila terjadi gangguan perjalanan.
Baca Juga: Jadwal Whoosh Berubah, KA Pertama dari Halim Berangkat 07.25 WIB
Menurut Dudy, Jawa Tengah memiliki peran sentral dalam menjaga kelancaran pergerakan di Pulau Jawa selama masa angkutan Lebaran.
Penulis : Dina Karina Editor : Deni-Muliya
Sumber :
- banjir jalur kereta
- jalur kereta api
- jalur kereta jawa tengah
- pt kai persero
- mudik kereta
- mudik lebaran 2026





