Ahli Gizi: Takjil Bukan Ajang Makan Besar, Ini Menu Buka Puasa Sehat

mediaindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita

MEMASUKI bulan Ramadan 2026, pola makan saat berbuka puasa menjadi perhatian serius bagi kesehatan masyarakat. Dokter dan ahli gizi masyarakat, Tan Shot Yen, memberikan peringatan keras agar masyarakat tidak salah kaprah dalam memahami esensi takjil. Menurutnya, takjil bukanlah ajang untuk makan besar atau melampiaskan rasa lapar setelah seharian berpuasa.

Dalam keterangannya pada Jumat (20/2/2026), alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ini menyoroti kebiasaan konsumsi menu buka puasa seperti gorengan, kolak, serta makanan tinggi gula dan lemak secara berlebihan. Kebiasaan tersebut justru meningkatkan asupan kalori yang tidak diperlukan oleh tubuh dan berisiko mengganggu kesehatan pencernaan.

Takjil Sehat:
  • Fungsi: Membatalkan puasa dan rehidrasi.
  • Cairan Terbaik: Air putih (hindari teh manis/sirup berlebih).
  • Pendamping: Maksimal 3 butir kurma untuk stabilisasi gula darah.
  • Waktu Makan Besar: Dilakukan setelah sholat Magrib.
Fungsi Utama Takjil: Rehidrasi dan Membatalkan Puasa

Dr. Tan menegaskan bahwa tujuan utama dari takjil hanya ada dua, yaitu membatalkan puasa dan melakukan rehidrasi tubuh. Namun, ia memberikan catatan penting mengenai jenis cairan yang digunakan untuk rehidrasi.

Baca juga : Bahaya Takjil Berlebihan: Risiko Kurang Protein saat Puasa Mengintai

Rehidrasi yang benar adalah menggunakan air putih, bukan teh manis, susu, apalagi sirup yang mengandung kadar gula tinggi. Air putih dianggap sebagai cara terbaik untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang tanpa memberikan beban metabolisme tambahan.

Selain air putih, Dr. Tan menyarankan konsumsi tiga butir kurma saat berbuka. Kombinasi air putih dan kurma dalam jumlah terbatas berfungsi untuk menjaga kestabilan gula darah dan mempersiapkan sistem pencernaan sebelum masuk ke menu makan utama. Makanan kecil seperti kurma membantu "membangunkan" pencernaan tanpa menjadi beban sebelum menjalankan ibadah sholat magrib.

Mengatur Strategi Makan Setelah Magrib

Bagi masyarakat yang ingin tetap bugar atau menjaga berat badan selama Ramadan, pengaturan porsi adalah kunci utama. Dr. Tan menyarankan agar masyarakat melaksanakan sholat Magrib terlebih dahulu setelah membatalkan puasa dengan air dan kurma.

Baca juga : 5 Lokasi Berburu Takjil Jakarta Utara Ramadan 2026 Lengkap dengan Doa Berbuka

Jeda waktu ini memberikan kesempatan bagi lambung untuk "bangun" secara perlahan sebelum menerima makanan yang lebih berat. Setelah sholat Magrib, barulah masyarakat dapat melanjutkan ke sesi makan utama dengan tetap memperhatikan komposisi nutrisi. "Bukan lebih, bukan kurang, tapi cukup," tuturnya menekankan prinsip keseimbangan.

Panduan Isi Piringku untuk Berbuka Puasa

Untuk memastikan asupan nutrisi seimbang, Dr. Tan merekomendasikan penggunaan panduan "Isi Piringku" dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Prinsip ini menekankan pada pembagian porsi yang adil antara karbohidrat, protein, sayur, dan buah.

  • Setengah piring diisi dengan sayur dan buah-buahan sebagai sumber serat dan vitamin.
  • Setengah piring lainnya dibagi untuk makanan pokok (karbohidrat) dan lauk pauk sebagai sumber protein.

Dengan mengikuti pola ini, tubuh tidak hanya merasa kenyang, tetapi juga mendapatkan gizi yang cukup tanpa kelebihan kalori yang memicu kegemukan atau kelesuan setelah makan. (Ant/H-3)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengakuan Bocah di Sukabumi Sebelum Meninggal, Disuruh Minum Air Panas Ibu Tiri
• 11 jam lalugrid.id
thumb
Dewa United Resmi Pinjam Kodai Tanaka dari Persis Solo
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Sepekan Ditertibkan, Trotoar Glodok Kembali Dipenuhi PKL dan Motor
• 3 jam laludetik.com
thumb
Pagedangan Tangerang Kini Dijuluki "Kampung Padel", Deretan Lapangan Menjamur
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Plh Kapolres Bima Kota Disorot Diduga Punya Riwayat Kasus Narkoba, Ini Kata Polri
• 12 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.