REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cahaya lampu di area JIExpo Kemayoran, Jakarta, masih menyala terang pada Ahad malam, 15 Februari 2026. Di hari ke-11 Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, hari penutupan event, arus pengunjung belum surut. Di antara deretan booth otomotif global, satu area tetap ramai hingga malam, hingga semua etalase pameran beberes: booth biru yang sejak awal menjadi pusat perhatian.
Di sinilah, selama sebelas hari terakhir, sejak pembukaan pada 5 Februari, cerita tentang masa depan dan transformasi energi Indonesia dipertontonkan secara nyata. Bukan dalam bentuk pidato atau presentasi semata, melainkan melalui interaksi langsung, percakapan antara pengunjung dan petugas, serta pengalaman menggunakan teknologi kendaraan listrik yang selama ini hanya dibayangkan.
- Jejak Pengabdian di Langit Perbatasan: Kisah Pilot yang Gugur Usai Tuntaskan Misi BBM Satu Harga
- Diplomasi Prabowo ke AS, Seskab Teddy Beberkan Daftar Kerja Sama yang Berhasil Dibungkus
- Sirkular Bandung Utama: Dari Sampah Jadi Pangan, dari Pangan Jadi Harapan
Di area parkir luar ruangan, enam nozzle Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) fast charging dan ultra fast charging terus melayani kendaraan listrik yang datang dan pergi sepanjang hari. Mobil datang, mengisi daya, lalu pergi. Proses yang beberapa tahun lalu masih terasa asing, kini menjadi pemandangan biasa.
Petugas Konstruksi PLN UP3 Bandengan, Rahim Frija, menyebut kehadiran fasilitas tersebut sebagai bagian dari komitmen PLN mendukung transisi energi nasional.
.rec-desc {padding: 7px !important;} “Ini jadi bukti nyata PLN turut serta menyediakan infrastruktur tenaga kelistrikan, khususnya SPKLU, dan mendukung kesuksesan IIMS sebagai pameran otomotif terbesar di Indonesia tahun 2026,” ujarnya.Dengan kapasitas ultra fast charging hingga 200 kW, kendaraan listrik dapat mengisi daya dalam waktu relatif singkat. Bagi sebagian pengguna, yang paling penting bukan hanya kecepatannya. Melainkan kepastian bahwa fasilitas itu ada. Namun, lebih dari sekadar infrastruktur, yang menjadi penghubung utama seluruh layanan itu adalah aplikasi PLN Mobil.
PLN Mobile: Dari Layar Ponsel ke Kehidupan NyataSelama IIMS berlangsung, PLN Mobile bukan sekadar aplikasi, melainkan pintu masuk utama ekosistem kendaraan listrik. Edi, pengunjung asal Bogor, mengaku datang ke booth PLN untuk mencari informasi dan memahami cara pemasangan pemasangan listrik baru.
“Saya coba bertanya lewat PLN Mobile bagaimana teknis pemasangan baru dan mekanismenya. Ternyata informasinya lebih mudah dan semuanya sudah terintegrasi di aplikasi,” ujarnya.Hal serupa dirasakan Yusuf, warga Bekasi, yang tengah mempertimbangkan pemasangan wall charging di rumahnya. “Penjelasannya lengkap dan sangat membantu. Cukup daftar lewat PLN Mobile,” katanya.
Bagi pengguna kendaraan listrik, aplikasi ini menjadi bagian dari rutinitas. Tidak hanya memberi informasi, PLN Mobile menjadi penghubung antara teknologi dan pengguna.
Andri, pengguna kendaraan listrik asal Bintaro, mengetahui keberadaan SPKLU di IIMS justru melalui aplikasi tersebut.




