Tim Hukum Unhas Masuk Best 10 Papers Konferensi Internasional UMS 2026

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Tim dosen dan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH Unhas) kembali menorehkan prestasi di forum ilmiah internasional. Pada ajang The 6th International Conference on Islamic and Muhammadiyah Studies 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta pada 10–11 Februari 2026 di Surakarta (hybrid), artikel tim FH Unhas berhasil masuk kategori Best 10 Papers.

Konferensi bertema “Religious Ethics in Times of Artificial Intelligence” tersebut diikuti peserta dari 10 negara dan menghadirkan sejumlah akademisi internasional, di antaranya Abdelkader Beckhouche, Ph.D., Editor in Chief JCSIS Journal (Scopus) dari Qatar, serta keynote speaker H. R. Muhammad Syafi’i selaku Wakil Menteri Agama RI.

Artikel berjudul “Reorienting Islamic Education: Southeast Asia Comparative Study of Maqāṣid al-Sharī‘ah and Artificial Intelligence” dipresentasikan oleh Muh. Rezky Zulkarnain pada Main Focus and Scope Sub Theme 1: Education, dari lima subtema utama konferensi. Dari total 223 artikel yang diterima, karya tim FH Unhas berhasil masuk dalam sepuluh makalah terbaik.

Tim penulis terdiri atas Muh. Rezky Zulkarnain, Muhammad Fikri, Winanda Fajri Al Hakim, Abd. Rahman, Sardil Mutaallif, Eka Merdekawati Djafar, Haura Mudya Maysha, dan Wiranti, yang seluruhnya berafiliasi pada Fakultas Hukum Unhas. Dalam forum tersebut, tim ini menjadi satu-satunya delegasi yang mewakili Universitas Hasanuddin dari Kota Makassar.

Dekan Fakultas Hukum Unhas, Prof Hamzah Halim, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa prestasi ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam mendorong penguatan riset dan publikasi bereputasi internasional.
“Kegiatan ilmiah seperti ini menjadi ruang strategis untuk menunjukkan kapasitas akademik sekaligus memperluas jejaring global,” ujarnya.

Senada dengan itu, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FH Unhas, Prof Maskun menilai keberhasilan masuk Best 10 Papers menjadi bukti bahwa kualitas riset dan kapasitas akademik sivitas FH Unhas mampu bersaing pada forum internasional.

“Partisipasi dan capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa dan dosen Fakultas Hukum Unhas memiliki daya saing global. Ini harus menjadi motivasi untuk terus memperkuat tradisi riset, publikasi, dan keterlibatan aktif dalam forum ilmiah internasional,” tuturnya.

Pembina Pusaka HTN FH-UH, Fajlurrahman Jurdi, turut memberikan apresiasi. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa kajian hukum tata negara dan pendidikan Islam berbasis maqāṣid al-sharī‘ah sangat relevan dengan perkembangan teknologi global.

“Diskursus tentang kecerdasan buatan tidak bisa dilepaskan dari nilai dan etika. Mahasiswa dan dosen hukum harus hadir memberi arah agar teknologi tetap berpijak pada prinsip keadilan dan kemaslahatan,” jelasnya.

Salah satu penulis, Eka Merdekawati Djafar, menambahkan bahwa penelitian ini menggunakan pendekatan komparatif antara Indonesia dan Malaysia. Studi tersebut menekankan pentingnya reorientasi pendidikan Islam agar adaptif terhadap transformasi digital tanpa kehilangan nilai dasar keislaman.

Sementara itu, Muhammad Fikri sebagai kontributor utama menjelaskan bahwa gagasan utama artikel ini adalah menempatkan kecerdasan buatan sebagai wasīlah (instrumen), bukan sebagai otoritas epistemik.

“Pendidikan Islam harus mampu menjaga nilai agama secara substantif, sekaligus menguatkan nalar kritis, kesehatan mental, kemandirian ekonomi, dan kesiapan generasi menghadapi era digital,” ujarnya.

Sebagai luaran kegiatan, seluruh artikel yang diterima memperoleh opsi pendampingan proses publikasi, baik pada jurnal terindeks Scopus, jurnal nasional terindeks SINTA, maupun dalam bentuk prosiding konferensi. Skema pendampingan tersebut difasilitasi panitia untuk memastikan kualitas naskah memenuhi standar akademik dan publikasi bereputasi.

Secara keseluruhan, capaian ini menjadi bukti komitmen sivitas akademika Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin dalam menghadirkan kajian hukum dan pendidikan Islam yang responsif, adaptif, dan berorientasi etik di tengah perkembangan kecerdasan buatan di era digital. (*/)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ASSA Tambah Modal Rp54 Miliar Dukung Bisnis Anak Usaha
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
ABK Dituntut Hukuman Mati, Guru Besar FH Unsoed: Harus Dijelaskan Peran dan Sejauh Mana Keterlibatan
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Kapolri Lantik Anggota Dewan Penasihat KSPSI, Ada Arsjad Rasjid
• 6 jam laludetik.com
thumb
Intip Aksi Gemas Abigail, Anak Ririn Ekawati dan Ibnu Jamil yang Jualan Takjil di Depan Rumah, Komentar sang Ibunda Malah Bikin Ngakak
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Seskab Teddy Sebut Diplomasi Prabowo Buahkan Hasil, Tarif AS Turun Jadi 19 Persen
• 15 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.