Kemenhub proyeksi 27,29 orang mudik ke Jatim pada angkutan Lebaran

antaranews.com
18 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memproyeksikan sebanyak 27,29 juta orang mudik ke Jawa Timur selama periode angkutan Lebaran 2026, menjadikan provinsi tersebut sebagai salah satu tujuan perjalanan tertinggi secara nasional.



Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, secara umum berdasarkan hasil survei nasional, prakiraan pergerakan masyarakat selama masa angkutan Lebaran tahun 2026 secara nasional diproyeksikan 143,91 juta orang.

"Sementara itu, Jawa Timur merupakan provinsi tujuan mudik favorit nasional nomor dua, sebesar 27,29 juta orang," kata Menhub dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Dia menyebutkan, Kota Surabaya termasuk dalam kabupaten - kota tujuan favorit nasional dengan prakiraan pergerakan masyarakat sebesar 732 ribu orang.

Baca juga: KAI sediakan 136.045 tiket Angkutan Lebaran di Stasiun Malang

Oleh karena itu, untuk mewujudkan angkutan Lebaran yang aman dan lancar di wilayah tersebut, Menhub melakukan koordinasi kesiapan penyelenggaraan transportasi angkutan Lebaran 2026 bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

"Koordinasi ini dilakukan sebagai langkah awal memastikan seluruh moda dan infrastruktur transportasi siap melayani lonjakan mobilitas masyarakat," ujarnya.

Menhub menyebut pertemuan itu menjadi momen yang sangat strategis, mengingat Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu simpul pergerakan utama nasional, baik sebagai daerah asal maupun tujuan pemudik, serta sebagai penghubung koridor Jawa-Bali dan kawasan Pulau Jawa bagian Timur.

"Sinergi dan koordinasi yang kuat antara Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi kunci dalam memastikan layanan transportasi yang aman, selamat, tertib, dan lancar," ucap Menhub.

Baca juga: Khofifah pastikan kesiapan Jatim gelar angkutan Lebaran 2026

Lebih lanjut, dia mengatakan, untuk mengantisipasi tingginya mobilitas tersebut, Kementerian Perhubungan menyiapkan strategi pelayanan terpadu antarmoda melalui penguatan kapasitas angkutan massal, optimalisasi jadwal operasi, serta distribusi penumpang berbasis simpul transportasi.

Pengaturan dilakukan agar perpindahan penumpang dari satu moda ke moda lain berjalan lancar dan tidak terjadi penumpukan pada terminal, stasiun, pelabuhan, maupun bandara.

"Kemenhub juga memastikan ketersediaan dan kesiapan sarana dan prasarana transportasi pendukung Angkutan Lebaran 2026, serta sejumlah langkah antisipatif lain," jelasnya.

Di antaranya, penyediaan lokasi delaying system di Kawasan Pelabuhan Ketapang, penyiapan UPPKB sebagai rest area, Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pengaturan angkutan Lebaran 2026 bersama Polri, serta Program Mudik Gratis.

Baca juga: KAI Semarang pastikan 173 sarana laik operasi Angkutan Lebaran 2026

Secara umum, Kemenhub telah menyiapkan sarana dan prasarana di semua moda, pada transportasi darat, telah dipersiapkan 31 ribu unit bus dengan kapasitas angkut 1,25 juta penumpang.

Pada transportasi laut, dipersiapkan 829 unit kapal dengan kapasitas angkut 3,26 juta penumpang, dan prasarana sebanyak 636 pelabuhan laut.

Pada transportasi kereta api, dipersiapkan 3.821 unit sarana dengan prasarana sebanyak 668 stasiun. Pada transportasi udara, dipersiapkan 392 unit pesawat dengan 257 bandar udara.

Sementara, pada transportasi penyeberangan, telah dipersiapkan 255 unit kapal, dengan kapasitas angkut 6,15 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan melalui 15 lintas penyeberangan.

Baca juga: Dishub Lampung: Operasional dua dermaga eksekutif memperlancar Lebaran

Aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama melalui pelaksanaan inspeksi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan (ramp check) terhadap bus antar kota dalam provinsi (AKDP) dan pariwisata di 29 terminal tipe B serta pool kendaraan se-Jawa Timur.

Kegiatan ramp check dilaksanakan mulai 2 Februari 2026 hingga 25 Maret 2026 guna memastikan seluruh kendaraan memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan.

Pengawasan pada titik rawan juga dilakukan secara intensif, termasuk di perlintasan sebidang kereta api, jalur arteri dengan potensi kepadatan tinggi, serta akses menuju pelabuhan penyeberangan.

Posko pemantauan lalu lintas harian dan kondisi perlintasan disiapkan untuk memonitor pergerakan secara real time dan mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan operasional.

Baca juga: Menhub-Gubernur Jatim koordinasi kesiapan angkutan Lebaran 2026

Menhub meyakini, dengan koordinasi yang solid, respons yang cepat, serta dukungan penuh dari Pemprov Jawa Timur beserta seluruh pemangku kepentingan, pihaknya dapat mengelola potensi pergerakan masyarakat yang besar secara lebih terukur dan terkendali.

"Semoga seluruh langkah antisipatif ini dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan lancar bagi saudara-saudara kita yang akan melaksanakan mudik dan arus balik pada angkutan Lebaran 2026," kata Menhub.

Baca juga: KAI tingkatkan fasilitas di Stasiun Maos Cilacap sambut Lebaran 2026


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenag Tegaskan Tidak Ada Penyaluran Zakat untuk MBG
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Angkut 4.480 Tabung Gas Elpiji, KLM Reski Aqila 03 Tenggelam di Perairan Bulukumba
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
AS Kerahkan Lebih dari 60 Jet Tempur ke Yordania di Tengah Meningkatnya Ketegangan dengan Iran
• 15 jam lalupantau.com
thumb
7 Jalur Seleksi S1 IPB 2026 dan Syarat Lengkapnya, Cek di Sini!
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Dirut Agrinas Blak-blakan Alasan Impor Pikap Rp24,66 Triliun dari India
• 22 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.