Tiga FK di Surabaya Luncurkan PPDS Baru untuk Atasi Krisis Dokter Spesialis

suarasurabaya.net
5 jam lalu
Cover Berita

Sebagai upaya menjawab krisis dokter spesialis di Indonesia, Fakultas Kedokteran (FK) dari Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Universitas Ciputra (UC) Surabaya, dan Universitas Hang Tuah (UHT) bersama-sama meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang terpusat di Unusa Kampus B, Jemursari, Surabaya pada Sabtu (21/2/2026).

Khairul Munadi Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengatakan, pembukaan PPDS itu sejalan dengan strategi percepatan pemenuhan dokter spesialis dan pemerataan layanan kesehatan.

“Dengan peningkatan kapasitas pendidikan hingga ribuan residen baru setiap tahun, pemerintah menargetkan pengurangan ketimpangan layanan spesialis di berbagai daerah Indonesia,” katanya.

Data Kemdiktisaintek tahun 2025 menunjukkan, pemerintah menargetkan pembukaan sekitar 148 prodi PPDS baru di 57 fakultas kedokteran. Dalam realisasinya mencapai sekitar 156 hingga 160 prodi baru dengan komposisi sekitar 126 sampai 128 prodi dokter spesialis dan 30 sampai 32 prodi subspesialis, sehingga total prodi PPDS nasional meningkat dari 366 prodi menjadi sekitar 526 prodi.

Munadi menjelaskan, berbagai kajian dan perencanaan kesehatan menunjukkan bahwa Indonesia masih membutuhkan puluhan ribu dokter spesialis tambahan agar layanan kesehatan dapat memenuhi standar rasio ideal dan menjangkau seluruh wilayah secara merata.

“Kebijakan yang dijalankan oleh Kementerian ini dapat meningkatkan jumlah program PPDS nasional dari sekitar 366 menjadi lebih dari 500 program, sekaligus memperluas akses pendidikan spesialis ke wilayah yang sebelumnya minim tenaga medis,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kapasitas penerimaan program tersebut sekitar 8.600 lebih residen baru per tahun. Menurutnya, langkah itu menjadi strategi penting untuk mengatasi kekurangan puluhan ribu dokter spesialis, dan mengurangi ketimpangan distribusi layanan kesehatan.

“Serta memastikan masyarakat di berbagai daerah memperoleh pelayanan medis yang cepat, tepat, dan berkualitas,” ujarnya.

Mohammad Nuh Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya menambahkan, peluncuran bersama PPDS itu merupakan langkah bersejarah dalam memperkuat kapasitas layanan kesehatan nasional, serta menjawab kebutuhan strategis bangsa.

“Kita menyadari bahwa Indonesia masih menghadapi kekurangan dokter spesialis di berbagai bidang penting, mulai dari kesehatan ibu dan anak, bedah, penyakit jantung, hingga perawatan intensif. Melalui pembukaan sembilan program PPDS ini, kami berkomitmen untuk mempercepat pemenuhan tenaga dokter spesialis yang kompeten, beretika, dan siap mengabdi di seluruh wilayah Indonesia,” katanya.

Kolaborasi itu, kata dia, bukan sekadar penambahan program pendidikan, tapi menjadi gerakan memperkuat sistem kesehatan nasional. Dengan dukungan rumah sakit pendidikan dan jejaring layanan kesehatan, program itu didorong untuk menghasilkan dokter spesialis yang unggul secara klinis, adaptif terhadap perkembangan teknologi medis, serta memiliki kepedulian sosial terhadap kebutuhan masyarakat.

Inisiatif menurutnya juga sejalan dengan agenda transformasi kesehatan nasional dan mendukung prioritas pembangunan sumber daya manusia unggul sebagaimana menjadi fokus Pemerintah.

“Saya berharap kolaborasi ini menjadi model sinergi antar institusi pendidikan kedokteran di Indonesia, sehingga akses layanan kesehatan berkualitas semakin merata dan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik,” katanya.

Seperti diketahui, dari tiga kampus tersebut, untuk FK Unusa membuka dua PPDS, yakni Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Serta Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi. Kemudian FK UC Surabaya membuka dua PPDS yakni Spesialis Obstetri Dan Ginekologi, dan Spesialis Bedah. Serta FK UHT membuka lima PPDS, yakni Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Spesialis Bedah, Spesialis Ilmu Kesehatan Anak, Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif.

Dengan pembukaan tersebut, total secara keseluruhan ada sembilan PPDS baru untuk mendorong kontribusi daerah dalam mempercepat ketersediaan dokter spesialis dan memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat. (ris/saf/faz)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Bertemu 12 Pengusaha Kakap AS, Bahas Apa?
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Rentetan Pujian dari Media Italia untuk Jay Idzes setelah Kapten Timnas Indonesia Itu Tampil Trengginas
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Perjanjian Tarif RI-AS Dinilai Bisa Tingkatkan Lapangan Kerja di Sektor Padat Karya
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Rekomendasi Kegiatan Ngabuburit Jadi Lebih Berkah
• 16 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Soal Wacana Dukung Prabowo Dua Periode, Surya Paloh: Nanti Kita Sedang Pikirkan
• 12 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.