Dubes Kontroversial AS Ini Bilang Tak Masalah Israel Kuasai Timteng

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee. (Instagram/govmikehuckabee)

Jakarta, CNBC Indonesia - Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, memicu kontroversi setelah menyatakan dirinya tidak akan keberatan jika Israel memperluas wilayahnya hingga mencakup sebagian besar Timur Tengah.

Dilansir Aljazeera, dalam wawancara dengan komentator konservatif Tucker Carlson yang ditayangkan Jumat (20/2/2026), Huckabee menekankan apa yang ia sebut sebagai hak bangsa Yahudi atas tanah tersebut, yang menurutnya berakar pada Alkitab.

Carlson menyinggung ayat dalam kitab suci yang menjanjikan tanah kepada keturunan Abraham, termasuk wilayah di antara Sungai Efrat di Irak dan Sungai Nil di Mesir. Cakupan wilayah tersebut berarti meliputi Lebanon, Suriah, Yordania, serta sebagian Arab Saudi modern.


"Tidak masalah jika mereka mengambil semuanya," kata Huckabee, yang ditunjuk Presiden Donald Trump tahun lalu.

Carlson yang tampak terkejut kemudian memastikan ulang apakah sang duta besar benar-benar akan menyetujui Israel memperluas kekuasaan atas seluruh kawasan itu.

"Mereka tidak ingin mengambil alih. Mereka tidak meminta untuk mengambil alih," jawab Huckabee.

Baca: Respons Hegemoni AS Cs, Rusia-China-Iran Satukan Kekuatan Militer

Belakangan, Huckabee mencoba meluruskan pernyataannya dengan menyebutnya sebagai "pernyataan yang agak bersifat hiperbola". Namun, ia tetap membuka kemungkinan ekspansi Israel berdasarkan tafsir keagamaannya.

"Jika pada akhirnya mereka diserang oleh semua tempat itu, dan mereka memenangkan perang tersebut, lalu mereka mengambil tanah itu, baiklah, itu pembahasan yang sama sekali berbeda," ujarnya.

Departemen Luar Negeri AS tidak menanggapi permintaan komentar terkait apakah Menteri Luar Negeri Marco Rubio memiliki pandangan yang sama mengenai hak Israel untuk memperluas wilayah.

Dalam hukum internasional, prinsip integritas teritorial dan larangan perolehan wilayah melalui kekuatan militer menjadi fondasi sejak Perang Dunia II. Pada 2024, International Court of Justice memutuskan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah ilegal dan harus segera dihentikan.

Meski demikian, hukum Israel sendiri tidak secara tegas menetapkan batas negara. Israel juga menduduki Dataran Tinggi Golan di Suriah yang dianeksasi secara ilegal pada 1981. Amerika Serikat menjadi satu-satunya negara yang mengakui klaim kedaulatan Israel atas wilayah Suriah tersebut. Setelah perang 2024 dengan Hezbollah, Israel juga mendirikan pos militer di lima titik di dalam wilayah Lebanon.

Sejumlah politisi Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, secara terbuka mempromosikan gagasan "Greater Israel" dengan batas wilayah yang diperluas. Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich pada 2023 menuai kecaman internasional ketika tampil dalam sebuah acara dengan peta yang memasukkan wilayah Palestina serta sebagian Lebanon, Suriah, dan Yordania sebagai bagian dari Israel, berlatar warna bendera Israel.

Baca: Israel Menggila di Al-Aqsa, Picu "Bom Waktu" Saat Bulan Ramadan
Rekam Jejak Penuh Kontroversi dan Kritik

Dalam wawancara tersebut, Huckabee juga menyatakan, "Salah satu alasan saya sangat bersyukur Presiden Trump dan Menteri Rubio mendorong keras, berusaha menyingkirkan ICC dan ICJ adalah karena mereka telah menjadi organisasi yang menyimpang dan tidak lagi benar-benar menerapkan hukum secara setara."

Selain dikenal sebagai pendukung kuat Israel dan penganut Christian Zionist, Huckabee juga dikritik karena dinilai tidak cukup vokal membela hak warga negara AS yang tewas atau dipenjara oleh pasukan Israel selama masa jabatannya.

Tahun lalu, ia memicu kemarahan sebagian kalangan konservatif AS setelah bertemu dengan mata-mata terpidana Jonathan Pollard, yang pernah menjual rahasia intelijen AS kepada pemerintah Israel dan sebagian informasinya kemudian sampai ke Uni Soviet pada puncak Perang Dingin.

Huckabee menegaskan, "Dia dapat datang ke Kedutaan Besar AS untuk mengadakan pertemuan atas permintaannya. Saya melakukannya, dan terus terang, saya tidak menyesal."

Ia menambahkan, "Saya telah bertemu dengan banyak orang selama saya berada di sini dan akan bertemu dengan lebih banyak lagi."

Baca: Apakah KTT Board of Peace Trump Bisa Buat Negara Palestina Berdiri?

(dce)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Trump Diancam Iran Hingga Potret Tebing di Aceh Tengah Runtuh

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Passenger Crossing Stasiun Pondok Cina Ditutup, Penumpang KRL Baru Tahu
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Gelar Sertijab Dirut, RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Kukuhkan Estafet Transformasi
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Saskia Chadwick Rasakan Beban Besar Bintangi Serial Samuel
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Google Rumorkan Tensor G6 akan Pakai Security Coprocessor Titan M3
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Bahlil Tegaskan Mineral Kritis Tetap Wajib Hilirisasi Meski Ada Deal dengan AS, Ekspor Mentah Tetap Ditutup
• 4 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.