Awas Puasa Ramadan Ambyar Gegara Sahur Makan 4 Kelompok Menu Ini

cnbcindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi (Photo by Luisa Brimble on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sahur menjadi salah satu waktu makan paling krusial selama Ramadan. Asupan yang dikonsumsi saat sahur sangat menentukan apakah tubuh bisa tetap bertenaga hingga waktu berbuka.

Namun, tak sedikit orang justru mengeluhkan rasa kantuk berlebihan setelah sahur, padahal harapannya bisa tetap segar dan produktif.

Kondisi tersebut bukan tanpa sebab. Jenis makanan tertentu dapat memicu rasa mengantuk setelah sahur, sehingga aktivitas pagi hingga siang hari terasa lebih berat.


Sebagaimana dikutip dari Beautynesia, penjelasan dari Masnad Health Clinic membeberkan beberapa jenis makanan yang sebaiknya diwaspadai karena berpotensi memicu kantuk setelah sahur, sekaligus cara menyiasatinya.

Makanan tinggi karbohidrat sederhana kerap menjadi pilihan praktis saat sahur. Nasi putih, roti putih, hingga mi instan memang cepat memberikan energi. Namun, jenis karbohidrat ini dapat memicu lonjakan gula darah yang tajam, lalu turun dengan cepat. Penurunan tersebut membuat tubuh terasa lemas dan memicu rasa kantuk setelah sahur.

Sebagai alternatif, karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, atau oatmeal lebih dianjurkan. Jenis ini dicerna lebih lambat sehingga energi dilepaskan secara bertahap dan mampu bertahan lebih lama tanpa membuat tubuh mudah mengantuk.

Baca: Buka Puasa di MRT, LRT, Transjakarta Hingga KRL, Begini Aturannya

Selain itu, makanan tinggi lemak juga berpotensi memicu kantuk. Gorengan, santan kental, dan daging berlemak membutuhkan waktu pencernaan lebih lama. Akibatnya, aliran darah lebih banyak dialihkan ke sistem pencernaan, membuat tubuh terasa berat dan kurang segar.

Jika ingin tetap mengonsumsi lemak, pilih sumber lemak sehat seperti alpukat, kacang-kacangan, atau ikan yang kaya asam lemak omega-3. Mengurangi konsumsi gorengan saat sahur dapat membantu tubuh tetap ringan dan fokus.

Makanan dan minuman manis juga perlu dibatasi. Kue, sirup, atau teh manis memang menggoda saat sahur, tetapi asupan gula berlebih dapat memicu lonjakan energi sesaat yang kemudian diikuti penurunan drastis. Kondisi ini kerap membuat tubuh cepat lelah dan mengantuk.

Sebagai pengganti, buah segar bisa menjadi pilihan lebih aman. Gula alami yang disertai serat membantu pelepasan energi secara perlahan, sehingga tubuh tetap bertenaga lebih lama.

Produk olahan susu seperti susu, keju, dan yogurt juga dapat memicu rasa kantuk. Kandungan asam amino triptofan di dalamnya berperan dalam pembentukan serotonin dan melatonin, hormon yang berkaitan dengan rasa rileks dan tidur.

Bagi yang ingin tetap mengonsumsi susu saat sahur, sebaiknya dalam porsi terbatas atau dikombinasikan dengan makanan tinggi protein. Cara ini dapat membantu menekan efek kantuk berlebihan.

Pemilihan menu sahur yang tepat menjadi kunci menjaga energi dan fokus selama puasa. Dengan menghindari makanan pemicu kantuk dan menggantinya dengan asupan yang lebih seimbang, aktivitas harian tetap bisa berjalan optimal meski berpuasa.

Baca: Benarkah Puasa Ramadan 2026 Lebih Pendek? Ini Penjelasannya

(dce)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Intip Perlindungan Maksimal Tinted Sunscreen Finally Found You!

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penampakan Kota Luluh Lantak Dihajar Hujan Deras Berhari-hari
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bukan Sinkhole, BRIN Ungkap Lubang Raksasa di Aceh Tengah adalah Longsoran
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Harga Emas Antam (ANTM) Akhir Pekan Melonjak Rp68 Ribu ke Rp3.012.000 per Gram
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Disnaker Kota Tangerang: Gampang Kerja serap 430 calon pekerja
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Ramadan 2026: Menu Buka Puasa Autentik Khas Afghanistan
• 18 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.