Liputan6.com, Jakarta - Peran Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza memasuki babak baru. Indonesia resmi ditunjuk sebagai wakil komandan International Stabilization Force atau ISF.
Penunjukan ini menempatkan Indonesia pada posisi strategis dalam struktur komando pasukan multinasional yang bertugas menjaga keamanan dan mengawasi stabilitas di Gaza pasca-gencatan senjata.
Advertisement
Dalam rapat perdana BoP, Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia berada pada posisi siap untuk berkontribusi dalam pembentukan ISF sebagai bagian dari upaya stabilisasi pascakonflik melalui pengerahan pasukan dalam jumlah signifikan.
Dia berharap, partisipasi tersebut dapat memperkuat implementasi perdamaian serta memastikan proses stabilisasi berlangsung secara efektif.
"Kami menegaskan kembali, komitmen untuk berkontribusi melalui pengerahan sejumlah besar pasukan (TNI), hingga 8.000 personel atau lebih apabila diperlukan. Kami siap mengerahkan pasukan untuk berpartisipasi secara aktif dalam International Stabilization Force (ISF) guna memastikan perdamaian dapat terwujud dan berjalan secara efektif," tegas Prabowo.
Respons PBB
Menanggapi perkembangan tersebut, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai hubungan antara PBB dan Indonesia memiliki arti penting, khususnya dalam upaya penyelesaian konflik di kawasan Timur Tengah. PBB juga menyatakan bahwa Indonesia memiliki peran krusial dalam dewan perdamaian yang baru dibentuk khusus untuk wilayah Gaza.
"Sekretaris Jenderal meyakini bahwa hubungan antara PBB dan Indonesia sangat penting. Beliau percaya bahwa Indonesia memiliki peran yang sangat krusial sebagai bagian dari Gaza Board of Peace," ujar pejabat PBB dalam pernyataan resmi yang diterima Emtek Media, Sabtu (21/2/2026).
Pernyataan ini menegaskan dukungan PBB terhadap keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza dan pelaksanaan rencana perdamaian yang telah disetujui Dewan Keamanan. Dukungan tersebut diberikan secara spesifik dalam lingkup mandat perdamaian Gaza, bukan di luar itu.




