Bisnis.com, JAKARTA — Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam To Lam bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih pada Jumat (20/2/2026) waktu setempat.
Melansir laman resmi Pemerintah Vietnam pada Sabtu (21/2/2026), pertemuan tersebut dilakukan dalam rangka kunjungan To Lam ke Washington D.C. untuk menghadiri pertemuan perdana Board of Peace. Kedua pemimpin membahas kerja sama bilateral serta isu-isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama.
To Lam menyampaikan selamat atas penyelenggaraan pertemuan perdana tersebut dan menegaskan Vietnam termasuk negara pertama yang berkomitmen bergabung dalam Gaza Board of Peace. Dia menyatakan kesiapan Hanoi untuk berkoordinasi dengan AS dan anggota lainnya dalam mengimplementasikan rencana perdamaian.
Lam menegaskan Vietnam selalu menghargai dan berharap dapat terus mendorong pengembangan Kemitraan Strategis Komprehensif Vietnam–AS secara stabil, substantif, dan efektif.
Kedua pemimpin menyambut positif capaian hubungan politik-diplomatik, kerja sama ekonomi dan perdagangan, penanganan dampak perang, ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan dan pelatihan, serta pertukaran antarmasyarakat.
Lam mengusulkan peningkatan pertukaran delegasi dan kontak tingkat tinggi. Dia menekankan kerja sama ekonomi dan perdagangan sebagai pilar utama kemitraan strategis komprehensif kedua negara, serta pentingnya dialog terbuka dan substantif atas isu-isu yang masih tertunda, berdasarkan keseimbangan dan keselarasan kepentingan masing-masing pihak demi manfaat dunia usaha dan masyarakat kedua negara.
Baca Juga
- Prabowo Ungkap Isi Pertemuan 30 Menit dengan Trump, Ini Pembahasannya
- Ancaman Serangan Trump ke Iran Berisiko jadi Bumerang, Kesepakatan Nuklir jadi Taruhan
- Korsel: Perjanjian Dagang dengan AS Tetap Berlaku Meski Tarif Trump Dibatalkan MA
Trump menyampaikan selamat kepada To Lam atas terpilih kembali sebagai Sekretaris Jenderal Komite Sentral ke-14 Partai Komunis Vietnam dan menyatakan kegembiraannya menyambut kunjungan tersebut di Gedung Putih. Dia juga menyampaikan apresiasi terhadap rakyat Vietnam dan menegaskan komitmen AS mendukung Vietnam yang kuat, mandiri, berdaulat, dan sejahtera.
Trump menyambut partisipasi Vietnam dalam Board of Peace dan menilai kehadiran langsung To Lam pada pertemuan perdana mencerminkan meningkatnya peran serta posisi Vietnam di panggung internasional, sekaligus komitmen terhadap perdamaian dan stabilitas global.
Presiden AS itu juga mengapresiasi upaya Vietnam menyeimbangkan perdagangan bilateral serta menyambut baik kontrak-kontrak bernilai strategis yang diteken selama kunjungan.
Dia merespons positif usulan kerja sama di bidang ekonomi dan sains-teknologi, serta menyatakan akan menginstruksikan lembaga terkait untuk segera menghapus Vietnam dari daftar pengendalian ekspor strategis (D1–D3).
Trump juga kembali menegaskan AS memandang Vietnam sebagai mitra penting di kawasan dan memuji peran serta suara Vietnam yang kian menonjol dalam berbagai forum regional dan multilateral.
Dalam kesempatan tersebut, To Lam mengundang Trump dan istrinya untuk kembali berkunjung ke Vietnam dalam waktu dekat. Undangan itu diterima Trump, yang menyatakan akan mengatur jadwal kunjungan dalam waktu mendatang.





