Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono memastikan bahwa rencana pengiriman pasukan perdamaian TNI ke jalur Gaza telah diketahui dan mendapatkan restu sepenuhnya dari pihak Palestina.
Pernyataan ini disampaikan Sugiono setelah menghadiri pertemuan Board of Peace di Washington DC, Amerika Serikat. Dalam pertemuan tersebut, hadir pula Ketua Komite Nasional Administrasi Gaza (NCAG), Ali Shaath, sebagai perwakilan resmi Palestina.
Menurut Sugiono, pihak Palestina sudah menerima rencana pengerahan personel TNI dan memahami mandat yang akan dijalankan sebagai pasukan stabilisasi di wilayah konflik tersebut.
Baca juga: Menlu Sugiono: Posisi Wakil Komandan ISF Perkuat Keamanan Pasukan RI di Gaza
Sugiono menjelaskan bahwa bergabungnya personel TNI dalam misi internasional ini bertujuan utama untuk mempertahankan gencatan senjata serta menciptakan situasi yang aman dan stabil di Jalur Gaza. Sebagai langkah awal, pasukan perdamaian direncanakan akan ditempatkan di wilayah Rafah, Gaza Selatan, dengan detail operasi akan ditetapkan kemudian.
"Rencana komprehensif ini kunci pertamanya adalah memastika keberlagsungan gencatan senjata. Setelah suasana aman dan stabil tercipta, baru tahap-tahap berikutnya bisa dilakukan," ujar Sugiono.
Meskipun lokasi penempatan telah ditentukan di Rafah, Sugiono menambahkan bahwa detail mengenai operasi teknis di lapangan akan ditetapkan kemudian melalui koordinasi lebih lanjut.
Kehadiran Ali Shaath dalam pertemuan di Washington DC menjadi sinyal kuat dukungan Palestina terhadap rencana Board of Peace. Sebagai Chairman NCAG, Ali Shaath menekankan bahwa kebutuhan mendesak masyarakat Gaza saat ini adalah lingkungan yang aman dan terbebas dari kekerasan.




