WASHINGTON, KOMPAS.TV — Presiden Donald Trump memperingatkan serangan terbatas terhadap Iran akan dimungkinkan, Jumat (20/2/2025).
Ancaman itu tetap dilontarkan Trump meskipun Menlu Iran mengatakan, Teheran berharap untuk memiliki rancangan kesepakatan yang siap dalam beberapa hari ke depan, setelah pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat.
Menjawab pertanyaan seorang reporter tentang apakah Amerika Serikat (AS) dapat mengambil tindakan militer terbatas saat kedua negara bernegosiasi, Trump berkata, “Saya kira saya dapat mengatakan bahwa saya sedang mempertimbangkannya.”
Seperti dikutip dari The Associated Press, beberapa jam kemudian, ia mengatakan kepada wartawan Iran sebaiknya bernegosiasi untuk kesepakatan yang adil.
Baca Juga: Ketegangan AS-Iran Memanas, Siapa yang Bisa Jadi Penengah? | BOLA LIAR
Sebelumnya pada hari Jumat, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengatakan dalam sebuah wawancara TV, negaranya berencana untuk menyelesaikan rancangan kesepakatan dalam dua hingga tiga hari ke depan untuk dikirim ke Washington.
“Saya rasa tidak akan lama, mungkin, dalam waktu sekitar seminggu, kita dapat memulai negosiasi yang nyata dan serius tentang teks tersebut dan mencapai kesimpulan,” kata Araghchi di acara “Morning Joe” MSNOW.
Ketegangan antara kedua musuh bebuyutan ini meningkat seiring dengan desakan pemerintahan Trump untuk mendapatkan konsesi dari Iran dan peningkatan kehadiran militer AS terbesar di Timur Tengah dalam beberapa dekade, dengan lebih banyak kapal perang dan pesawat yang akan segera tiba.
Pada hari Jumat, kelompok serang kapal induk USS Gerald R. Ford melewati Selat Gibraltar dan memasuki Laut Mediterania setelah dikirim oleh Trump dari Karibia.
Baca Juga: Trump Beri Iran Deadline soal Kesepakatan Nuklir di KTT Board of Peace
Penulis : Tussie Ayu Editor : Deni-Muliya
Sumber : The Associated Press
- hubungan AS dan Iran
- trump ancam serang iran
- kesepakatan nuklir





