Ibu Ketua BEM UGM Diteror Usai Kritik Kasus Anak di NTT, Pigai: Teror Tidak Mungkin dari Pemerintah

tvonenews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Beberapa hari lalu, mencuat terkait kabar Ibu Ketua BEM UGM diteror. Hal ini terjadi, usai Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto melontarkan kritik terkait kasus anak bunuh diri karena tak bisa beli alat tulis di NTT. 

Pengakuan ini langsung dilontarkan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto kepada awak media. Kemudian, Menteri HAM, Natalius Pigai menjelaskan, bahwa pemerintah tidak terlibat dalam teror yang dialami Ketua BEM UGM, Tiyo Adrianto, beserta ibunya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua BEM UGM diteror dengan berbagai ancaman, penguntitan, hingga pemotretan dari pihak tak dikenal selama 9-11 Februari 2026.

Salah satu teror yang dialaminya adalah mendapatkan ancaman penculikan melalui sebuah pesan dari nomor tak dikenal.

“Saya mendapat pesan dari nomor tidak dikenal yang mengancam mau menculik,” ungkap Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, Jumat (13/2/2026).

Bahkan, ia mengaku sempat mengalami penguntitan pada Rabu (11/2/2026).

Penguntitan terhadap Tiyo dilakukan oleh dua orang tak dikenal saat dirinya sedang berada di sebuah kedai. 

Menurutnya orang tersebut laki-laki dewasa dengan postur tubuh tegap.

“Yang menguntit dan memotret dari jauh dua orang laki-laki dewasa. Tubuhnya tegap dan masih relatif muda,” jelasnya.

Meski saat itu sempat dikejar, namun dua orang yang diduga melakukan penguntitan kepadanya menghilang.

“Dua pria yang tidak dikenal itu ketika kami kejar menghilang,” terangnya.

Bahkan kata dia, bahwa suara yang ia sampaikan dan disebarkan secara luas di media terkait kasus anak bunuh diri di NTT mungkin membuat pihak tertentu tersinggung.

“Apa yang saya suarakan di berbagai media mungkin ada yang tersinggung,” pungkasnya.

Menyikapi hal ini, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyebutkan bahwa pemerintah tidak terlibat dalam teror yang dialami Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Adrianto, beserta ibunya.

“Oleh karena itulah saya pastikan bahwa teror tidak mungkin dari pemerintah,” jelas Pigai di Gedung Kementerian HAM, Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Dalam hal ini, Pigai menggarisbawahi bahwa dia belum pernah membaca bentuk teror yang dialami oleh Tiyo Adrianto.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dipimpin Muammar Gandi Rusdi, PSI Berbagi di Jeneponto, Sri Dewi Yanti Tegaskan Kemenangan
• 10 jam laluterkini.id
thumb
Pangdam I/BB Pimpin Sidang Pantukhir Pusat Penerimaan Caba PK TNI AD Gel I TA 2026 di Rindam I/BB
• 22 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Lima UMKM Surabaya terima bantuan modal dan peralatan dari DPR RI
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Komandan Hizbullah tewas dalam serangan Israel
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
BPN Tangsel Targetkan 100 Sertifikat Tanah Wakaf di Tahun 2026
• 17 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.