ANTARA - Konflik antara militer Republik Demokratik Kongo dan kelompok pemberontak M23 di wilayah timur kembali memanas dan memperburuk krisis kemanusiaan yang telah berlangsung bertahun-tahun. Komisaris Uni Eropa, Hadja Lahbib menyebut situasi ini sebagai "katastrofik" namun pemimpin koalisi yang bersekutu dengan M23, Corneille Nangaa, membantah dan menilai, kondisi terburuk justru terjadi di wilayah yang dikuasai pemerintah, di tengah saling tuding pelanggaran gencatan senjata. (XINHUA/Hilary Pasulu/Soni Namura/Roy Rosa Bachtiar)





