JAKARTA, KOMPAS.com - Lapak takjil kolak milik Tri (48) di Jalan Raya Mangga Besar, Taman Sari, Jakarta Barat, selalu diburu para pelanggan setia tiap harinya selama bulan Ramadhan.
Bagi sebagian orang, melihat puluhan orang berkerumun mungkin menjadi alasan untuk putar balik mencari takjil lain. Namun, tidak bagi para pelanggan setia kolak milik Tri.
Kualitas rasa dan porsi besar yang tak pernah berubah menjadi magnet utama yang membuat pelanggan lama terus kembali, sekaligus menarik rasa penasaran pelanggan baru.
Baca juga: Kolak Viral di Mangga Besar Cuma Jualan Setahun Sekali dan Selalu Ludes, Apa Istimewanya?
3 tahun jadi langganan tetap
Salah satu pelanggan setia yang sabar mengantre adalah Fenti (37), seorang karyawati yang berkantor di Rumah Sakit Martha Dinata.
Ia menjadikan lapak Tri sebagai tempat wajibnya berburu takjil selama tiga tahun.
"Saya beli memang kalau bulan puasa aja. Selalu di sini, udah sekitar tiga tahunan ya (jadi langganan)," ucap Fenti saat ditemui Kompas.com di lokasi, Jumat (20/2/2026).
Bagi Fenti, berburu takjil kolak ini sudah menjadi rutinitasnya setiap kali perjalanan pulang dari kantor.
"Beli terus sih kalau pas lewat sini. Ini kan sekalian pas pulang kerja, mau ke stasiun," kata dia.
Bagi Fenti, kolak seharga Rp 20.000 per porsi ini memiliki keunikan yang sulit ditemukan di pedagang takjil lainnya.
Ia sangat menyukai paduan isian kolak yang dimasak dengan tingkat kelembutan yang pas.
"Enak rasanya. Karena ada labunya ya. Terus singkongnya kayak yang agak lembek-lembek gitu. Enggak pernah ditemuin di tempat lain sih, beda rasanya," ujar Fenti.
Saking larisnya lapak tersebut, Fenti terkadang harus merelakan niatnya memborong banyak karena kehabisan.
"Ini beli tiga bungkus, buat teman, sama buat orang rumah dua. Tadi sebenarnya mau beli empat sekalian, tapi udah pada habis," ucap dia.
Baca juga: Ramainya War Takjil Kolak Viral di Mangga Besar, Ludes Sebelum Waktu Berbuka
Porsi jumbo untuk berbagi
Cerita kepuasan serupa juga datang dari Dewi (35), pelanggan lain yang turut berdesakan di tengah riuhnya pembeli bersama temannya.