Bolehkah Berpuasa Tanpa Sahur? Begini Penjelasannya Menurut Islam

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Ibadah puasa merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan umat Muslim setiap bulan Ramadhan. Dalam praktiknya, terdapat sejumlah pertanyaan yang kerap muncul di tengah masyarakat, salah satunya mengenai hukum berpuasa tanpa sahur. 

Apakah puasa tetap sah jika seseorang tidak sempat atau sengaja melewatkan sahur? Scroll lebih lanjut yuk!

Baca Juga :
Jadwal Salat DKI Jakarta Hari Ini Minggu 22 Februari 2026
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Wilayah Jakarta Minggu 22 Februari 2026

Melansir laman Baznas, secara umum para ulama sepakat bahwa sahur bukanlah syarat sah puasa. Artinya, seseorang yang berpuasa tanpa makan sahur tetap dianggap menjalankan ibadah puasanya secara sah, selama memenuhi rukun dan ketentuan puasa lainnya seperti niat serta menahan diri dari hal-hal yang membatalkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Anjuran untuk sahur ditegaskan dalam sabda Rasulullah SAW: 

"Makan sahur itu mengandung berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air." (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban). 

Hadis ini menunjukkan bahwa sahur memiliki nilai keutamaan yang besar, meskipun tidak menjadi kewajiban.
Dalam pandangan Mazhab Syafi’i dan Hambali, sahur tergolong sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan. 

Meninggalkannya tidak membatalkan puasa, tetapi seseorang akan kehilangan keberkahan yang dijanjikan.

Sementara itu, Mazhab Hanafi juga menegaskan bahwa puasa tetap sah tanpa sahur, namun sahur dipandang penting untuk membantu kekuatan fisik selama menjalankan ibadah. 

Pendapat serupa dikemukakan dalam Mazhab Maliki, yang menyebut sahur sebagai amalan sunnah penuh hikmah, terutama dalam menjaga daya tahan tubuh.

Sejumlah ulama kontemporer, seperti Muhammad ibn Salih al-Uthaymin, turut menegaskan bahwa puasa tanpa sahur tetap diperbolehkan. 

Meski demikian, beliau menganjurkan umat Islam agar tidak meremehkan sunnah tersebut karena mengandung keberkahan dan manfaat yang besar.

Dari sisi spiritual, sahur menjadi waktu yang istimewa karena berdekatan dengan waktu mustajab untuk berdoa dan memohon ampun. 

Momentum ini juga memberi kesempatan untuk melaksanakan ibadah tambahan seperti shalat tahajud dan memperbanyak dzikir sebelum Subuh. 

Secara fisik, sahur berperan penting dalam menjaga stamina, mengurangi rasa lapar dan haus berlebihan, serta membantu konsentrasi dalam beraktivitas sepanjang hari.

Baca Juga :
Terpopuler: Menag Sebut Olahraga Perintah Agama, Bonus Atlet ASEAN Para Games 2025 Disamakan dengan SEA Games
Terpopuler: Kisah 5 Pemain Naturalisasi Indonesia yang Mualaf dan Puasa, STY Bicara Masa Depan Timnas Indonesia
Manifestasi Kesucian Jiwa di Bulan Ramadan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kisah Inspiratif Aini, Berjuang Jadi Hafizah dari Balik Dinding Panti Asuhan
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir Tegaskan Posisi Polri dan TNI di Bawah Presiden Sudah Tepat
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Hadiri HUT KSPSI-Harpekindo, Kapolri Tegaskan Komitmen Polri Kawal Hak Buruh dan Iklim Investasi
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
OJK Ungkap Perdagangan Semu Saham IMPC, Siapa Pemiliknya?
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Majelis Kaum Betawi dan Generasi Muda Gaungkan Betawi Revolusi
• 5 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.