REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Gizi Nasional (BGN) merespons video yang beredar mengenai klaim Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto tentang keuntungan bersih mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Rp1,8 miliar per tahun.
Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Sony Sonjaya saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, menegaskan narasi tersebut bentuk disinformasi yang menyesatkan dan tidak sesuai dengan fakta teknis maupun skema pembiayaan yang berlaku.
Baca Juga
Freeport Masuk Agenda Strategis Negosiasi Ekonomi RI–AS, Walhi Protes Keras
AS Parkir Puluhan Jet Tempur di Yordania, Iran Ancam Serang Semua Pangkalan Amerika di Timteng
Menlu Sugiono Jamin Pasukan TNI yang Dikirim ke Gaza tak Melakukan Pelucutan Senjata
Ia membantah klaim mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) meraup keuntungan Rp1,8 miliar per tahun sebagai asumsi yang keliru dan tidak berdasar pada realitas investasi maupun operasional. Selain itu, dugaan penggelembungan harga bahan baku juga sebatas asumsi yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya.
"Mitra mendapatkan untung bersih Rp1,8 miliar per tahun adalah asumsi fiktif yang tidak berdasar pada realitas bisnis dan investasi. Padahal, Rp1,8 miliar bukan keuntungan bersih, melainkan pendapatan kotor maksimal," katanya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Sony juga menyatakan bahwa narasi terkait isu kepemilikan dapur oleh pihak yang diasosiasikan dengan partai politik tertentu, sehingga muncul kesan bahwa program MBG disiapkan untuk membiayai kepentingan partai adalah tidak benar.
Ia menjelaskan angka Rp1,8 miliar merupakan estimasi pendapatan kotor (gross revenue) maksimal, dengan perhitungan Rp6 juta dikalikan 313 hari operasional (Minggu libur), sehingga hasilnya Rp1,87 miliar per tahun.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)