Pantau - Badan Pangan Nasional memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan di Merauke Provinsi Papua Selatan dalam kondisi aman selama HBKN Ramadhan dan Idul Fitri 2026 berdasarkan pemantauan langsung Satuan Tugas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan.
“Pemantauan dilakukan pada sejumlah titik strategis, mulai dari Rumah Potong Hewan RPH dan Rumah Potong Unggas RPU, produsen telur, hingga kios pangan yang diinisiasi pemerintah,” ujar Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas Rachmi Widiriani.
Hasil monitoring menunjukkan harga daging sapi di Merauke stabil pada kisaran Rp135.000–Rp140.000 per kilogram sesuai Harga Acuan Penjualan yang ditetapkan pemerintah.
HAP tingkat produsen sapi hidup ditetapkan Rp56.000 sampai Rp58.000 per kilogram berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024.
HAP tingkat konsumen untuk daging sapi segar paha depan Rp130.000 per kilogram, segar paha belakang Rp140.000 per kilogram, paha depan beku Rp105.000 per kilogram, dan daging kerbau beku Rp80.000 per kilogram.
Stabilitas harga didukung ketersediaan ternak yang mencukupi serta substitusi protein lain seperti rusa, kambing, dan babi.
“Bahkan hingga hari raya nanti, harga diproyeksikan tetap terkendali, meskipun terdapat potensi kenaikan pada komoditas jeroan seiring meningkatnya permintaan masyarakat,” ungkap Rachmi.
Ketersediaan daging ayam terpantau aman dengan dukungan tiga unit cold storage masing-masing berkapasitas satu ton di RPU Mopah Merauke.
Produksi telur di salah satu produsen besar mencapai sekitar 10 ribu butir per hari dengan harga stabil Rp60.000–Rp65.000 per krat sejak Desember 2025.
“Produsen memastikan stok aman selama Ramadhan dan Idul Fitri 2026,” tegasnya.
Stabilitas harga diperkuat melalui operasional Kios Pangan di Jalan Mandala Merauke yang menyediakan beras SPHP, MinyaKita, gula, garam, tepung, dan daging ayam beku sesuai HET atau HAP.
Selama Ramadhan akan digelar Gerakan Pangan Murah setiap Jumat sore di halaman Masjid Al-Aqsa Merauke untuk memudahkan masyarakat memperoleh pangan terjangkau.
“Kami juga mengintensifkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, Kios Pangan, serta fasilitasi distribusi pangan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen, khususnya menjelang Ramadan dan Idul Fitri,” ujarnya.
Bapanas menegaskan penguatan distribusi dan cadangan pangan terus dilakukan melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha guna mencegah gejolak pasokan di wilayah dengan tantangan logistik besar.
“Langkah ini diharapkan mampu memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan tenang, didukung ketersediaan pangan yang cukup serta harga yang stabil,” tutup Rachmi.




