Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, Mesir, Yordania, Uni Emirat Arab, Indonesia, Pakistan, Turki, Qatar, Kuwait, Oman, Bahrain, Lebanon, Suriah, dan Palestina mengecaman keras pernyataan Duta Besar Amerika Serikat (Dubes AS) untuk Israel yang mengindikasikan dapat diterimanya kendali Israel atas wilayah milik negara-negara Arab, termasuk Tepi Barat yang diduduki.. Kecaman ini juga didukung Organisasi Kerja Sama Islam, Liga Arab, serta Dewan Kerja Sama Teluk.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, Minggu (22/2/2026), pernyataan Dubes AS itu dinilai berbahaya dan provokatif. PPernyataan itu merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, sekaligus mengancam keamanan dan stabilitas kawasan.
Dalam pernyataan bersama itu juga disebutkan, sikap Dubes AS itu juga bertentangan langsung dengan visi yang pernah disampaikan Presiden AS Donald J. Trump serta Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza. Kebijakan yang diarahkan untuk menahan eskalasi dan membuka cakrawala politik bagi penyelesaian menyeluruh. Menurut mereka, rencana Trump berlandaskan promosi toleransi dan hidup berdampingan secara damai, sementara upaya melegitimasi pendudukan justru memicu ketegangan dan menghambat perdamaian.
Baca Juga
- Misi Perdamaian Gaza: Indonesia Wakil Komandan ISF, Terjunkan 8.000 Pasukan
- Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana BoP Trump untuk Palestina, Israel Diwakili Menlu
- Kata Ketua DPR Puan Soal Indonesia Satu Panggung dengan Israel dalam Board of Peace Palestina
"Israel tidak memiliki kedaulatan apa pun atas Wilayah Palestina yang Diduduki atau tanah-tanah Arab yang diduduki lainnya," dikutip dari pernyataan bersama.
Para menteri luar negeri ini juga menolak tegas setiap upaya pencaplokan Tepi Barat atau pemisahannya dari Jalur Gaza, serta menentang perluasan permukiman di wilayah pendudukan.
#Statement | The Ministries of Foreign Affairs of Saudi Arabia, Egypt, Jordan, UAE, Indonesia, Pakistan, Türkiye, Qatar, Kuwait, Oman, Bahrain, Lebanon, Syria, and Palestine, together with the Organization of Islamic Cooperation (OIC), the League of Arab States (LAS), and the… pic.twitter.com/0fLelytuoJ
— Foreign Ministry (@KSAmofaEN) February 21, 2026Pernyataan bersama itu juga memperingatkan bahwa kelanjutan kebijakan perluasan pendudukan dan tindakan ilegal Israel berpotensi memicu kekerasan dan konflik lebih luas, sekaligus merusak prospek perdamaian. Para pihak menyerukan penghentian pernyataan-pernyataan yang menghasut dan menegaskan komitmen terhadap hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan mendirikan negara merdeka sesuai garis 4 Juni 1967.




