JAYAPURA, KOMPAS - Kelompok kriminal bersenjata atau KKB dilaporkan melakukan penyerangan ke perusahaan tambang di Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (21/2/2026). Pos keamanan TNI yang berada di sekitar perusahaan tambang ikut dibakar. Dua korban tewas ditemukan di dalam pos yang terbakar.
Penyerangan ini menyasar perusahaan tambang PT Kristalin Ekalestari. Perusahaan ini tercatat di geoportal Kementerian Energi Sumber Daya Mineral sebagai pengelola tambang emas di daerah Nifasi, Distrik Makimi.
Kepala Polres Nabire Ajun Komisaris Besar Samuel D Tatiratu mengungkapkan, penyerangan ini dilaporkan terjadi pada Sabtu siang. Usai mendapat laporan, aparat yang terdiri dari Polres Nabire, Satgas Damai Cartenz, hingga personel Brimob Batalyon Nabire langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
“Kami berkumpul di Polsek Makimi sekitar pukul 16.00 WIT dan setelah itu langsung bergerak ke lokasi kejadian. Di sana kami membagi tim untuk evakuasi pekerja serta sterilisasi dan pengamanan lokasi,” kata Samuel saat dihubungi, Minggu (22/2/2026).
Samuel menambahkan, aparat telah mengevakuasi dua jenazah dari pos keamanan yang dibakar. Dua korban ini ditemukan terbakar di dalam pos yang hangus.
Pada Sabtu sore, dua jenazah itu langsung dibawa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire. Proses identifikasi jenazah di RSUD Nabire dilakukan bersama tim dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Papua Tengah.
“Untuk hasilnya masih harus ditunggu, apakah korban tewas adalah warga sipil atau rekan aparat keamanan,” ujar Samuel.
Sementara itu, sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari, aparat keamanan terus menyisir sekitar lokasi kejadian. Selain dari polisi, pengamanan juga dibantu oleh personel Korem 173/Praja Vira Braja.
Pada Minggu pagi ini, aparat berencana mengevakuasi sejumlah pekerja lain yang masih berada di kamp tambang. Selain itu, polisi juga akan melanjutkan proses olah tempat kejadian perkara.
Berdasarkan identifikasi awal, pelaku penyerangan ini adalah KKB pimpinan Aibon Kogoya. Aibon merupakan anggota KKB yang berasal dari Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, yang saat ini memperluas aksi terornya hingga ke Nabire.
Samuel menyatakan, serangan di lokasi tambang di daerah Distrik Makimi baru pertama kali terjadi. Sebelumnya, teror dari kelompok KKB Aibon Kogoya pernah dilaporkan terjadi lokasi tambang di Distrik Siriwo dan Distrik Uwapa.
Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, menyatakan, pihaknya bertanggung dalam penyerangan ini. Aksi ini dilakukan oleh kelompok Aibon Kogoya.
Untuk hasilnya masih harus ditunggu, apakah korban tewas adalah warga sipil atau rekan aparat keamanan
Sebby mengklaim, serangan yang dilakukan sekitar pukul 14.30 WIT ini menewaskan dua prajurit militer Indonesia. Ia juga menyebut, kelompok Aibon Kogoya merebut empat senjata api milik aparat keamanan.
“Aibon Kogoya dan pasukannya menembak satu unit mobil Hilux serta melakukan perampasan tiga unit senjata laras panjang dan satu unit pistol,” ujar Sebby.





