Jakarta, tvOnenews.com - Langkah ekspansi dilakukan PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) dengan membentuk anak usaha baru yang bergerak di sektor pengolahan dan perdagangan hasil perikanan. Strategi ini menjadi bagian dari diversifikasi usaha perseroan untuk memperkuat fondasi bisnis jangka panjang sekaligus menangkap peluang di industri pangan berbasis protein laut.
Pembentukan entitas baru tersebut diumumkan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam laporan resmi, Direktur RLCO Ayu Amanda menyampaikan bahwa pendirian perusahaan dilakukan pada 19 Januari 2026 oleh anak usaha RLCO, yakni PT Realfood Winta Asia (RWA) bersama mitra individu Edwin Pranata.Perusahaan baru tersebut bernama PT Marinova Protein Internasional dan berkedudukan di Bojonegoro, Jawa Timur. Kehadirannya diharapkan menjadi motor pengembangan lini bisnis baru yang berfokus pada pengolahan sumber daya perikanan sekaligus memperluas rantai nilai produk pangan olahan.
Fokus pada Industri Pengolahan dan Distribusi Hasil LautMarinova Protein Internasional akan menjalankan sejumlah kegiatan usaha strategis di sektor hilirisasi perikanan. Kegiatan tersebut meliputi industri penggaraman dan pengeringan ikan, industri pembekuan ikan, serta berbagai bentuk pengolahan dan pengawetan lainnya untuk produk perikanan maupun biota air.
Selain aktivitas produksi, perusahaan juga akan bergerak dalam perdagangan besar hasil perikanan dan distribusi produk olahan. Dengan model usaha yang terintegrasi dari pengolahan hingga distribusi, Marinova diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas laut sekaligus menjawab kebutuhan pasar domestik maupun potensial ekspor.
Langkah ini mencerminkan tren industri pangan yang semakin mengarah pada produk berbasis protein berkualitas tinggi, termasuk seafood olahan yang memiliki daya simpan lebih lama dan standar mutu yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar modern.
Struktur Kepemilikan Mayoritas oleh Anak Usaha RLCODalam struktur kepemilikan saham, Realfood Winta Asia memegang porsi dominan sebesar 99,9 persen, sementara Edwin Pranata memiliki 0,1 persen saham. Komposisi ini menunjukkan bahwa Marinova Protein Internasional akan tetap berada dalam kendali grup RLCO sebagai bagian dari strategi ekspansi terarah.
Dengan kepemilikan mayoritas tersebut, RLCO memiliki fleksibilitas penuh dalam mengintegrasikan bisnis baru ini dengan ekosistem usaha yang sudah berjalan, termasuk pengembangan produk, distribusi, serta optimalisasi jaringan yang telah dimiliki sebelumnya.




