Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memastikan pemerintah Indonesia siap menghadapi kebijakan tarif dagang Amerika Serikat (AS), usai Mahkamah Agung (MA) AS membatalkan sebagian besar kebijakan tarif yang ditetapkan Presiden Donald Trump.
"Bapak Presiden melakukan diplomasi langsung terhadap Amerika Serikat. Intinya kita Indonesia siap dalam menghadapi segala kemungkinan yang terjadi," kata Teddy kepada wartawan di Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (21/2/2026).
Advertisement
Prabowo dan Trump memang telah menandatangani kesepakatan tarif dagang resiprokal sebelum adanya keputusan MA. Dalam proses negosiasi, AS menurunkan tarif dagang untuk Indonesia dari sebelumnya 32 persen menjadi 19 persen.
Teddy menyebut, tarif dagang resiprokal tersebut juga berpeluang kembali turun. Setelah adanya putusan MA, Trump pun menetapkan tarif dagang global sebesar 10 persen untuk semua negara.
"Setelah ada Supreme Court (putusan MA AS) kemarin ya tentunya dari 19 persen menjadi 10 persen itu secara hitung-hitungan lebih baik gitu ya," tuturnya.




