Diperas, Amerika, Iran Ogah Tunduk, Peringatkan Serangan Balasan akan Lebih Luas dan tak Terbatas

republika.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERA -- Iran tak akan menyerah oleh pemerasan yang dilakukan AS terkait program nuklir mereka.  Demikian ditegaskan seorang sumber pertahanan Iran kepada RT pada Sabtu (22/2/2026).

Pejabat tersebut memperingatkan bahwa setiap potensi serangan AS atau Israel terhadap Iran akan dibalas dengan respons yang luas dan tak terbatas.

Baca Juga
  • Aksi Peduli Lingkungan, AGP dan Bank Artha Graha Internasional Gelar Gerakan ASRI Serentak
  • Usai Tangkap Jukir Liar Rp 100 Ribu Tanah Abang, Pemprov Jakarta Incar Belasan Titik Lain
  • Program Pengelolaan Sampah Pertamina Hasilkan Rp 3,2 Miliar bagi Warga

Sumber tersebut mengatakan AS sangat menyadari kemampuan dan tekad Iran untuk merespons. Presiden Donald Trump kini sedang mengulur waktu untuk mencoba memaksa Iran menerima persyaratannya dengan meningkatkan tekanan militer dan politik.

"Iran tidak akan terjebak dalam proses negosiasi yang panjang dan sia-sia. Negosiasi di mana prospek pencabutan sanksi lemah tidak memiliki nilai bagi Iran," kata sumber tersebut.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Ketegangan antara AS dan Iran berlanjut minggu ini karena pembicaraan yang dimediasi Oman antara pejabat Iran dan AS di Jenewa tidak menghasilkan terobosan apa pun.

Trump, yang merobek kesepakatan nuklir didukung PBB tahun 2015 selama masa jabatan pertamanya, telah berulang kali menuntut agar Iran sepenuhnya membongkar program nuklir dan rudal balistiknya. Pada Kamis, ia memberi Iran waktu antara 10 dan 15 hari untuk mencapai kesepakatan.

AS telah mengerahkan dua kelompok serang kapal induk dan pesawat pembom tambahan ke Timur Tengah. Beberapa media mengklaim bahwa Trump sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran.

Iran telah menanggapi peningkatan militer tersebut dengan mengadakan latihan tembak langsung secara mendadak. Korps Garda Revolusi Islam mengatakan akan menargetkan pangkalan Amerika di wilayah tersebut jika diserang.

Teheran berulangkali menegaskan bahwa program nuklir mereka sepenuhnya untuk perdamaian dan merupakan hak kedaulatan negara.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada MSNBC pada Jumat bahwa Iran akan segera mengajukan draf proposal baru. Ia menambahkan bahwa meskipun negara tersebut lebih memilih jalur diplomatik, mereka tetap siap untuk perang.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sekjen PSI Raja Antoni: Islam Wajibkan Umat Jaga Hutan-Lingkungan
• 4 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Menbud tinjau koleksi hingga potensi pengembangan Museum Mpu Tantular
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
LPP TVRI Gelar Fun Walk di GBK Sambut Piala Dunia FIFA 2026
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
LPDP Respons Viral Alumni Pamer Anak Jadi WN Inggris, Suami Terancam Kembalikan Dana Beasiswa
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Kemenlu Kecam Dubes AS soal Israel Dapat Duduki Tepi Barat
• 3 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.