Syahdu Cuaca Jakarta: Warga Tetap Olahraga di CFD Bundaran HI Saat Puasa

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Minggu (22/2), pagi di kawasan Sudirman-Thamrin terasa sedikit berbeda. Di pekan pertama Ramadan, langkah warga di sekitar Bundaran HI tampak lebih santai dari biasanya. Tak banyak yang berlari kencang. Kebanyakan memilih jalan kaki pelan atau bersepeda ringan. Pagi ini, cuaca memang hujan ringan lalu berawan.

Suasana di sekitar Bundaran HI pun terasa lebih lengang dibanding pekan-pekan biasanya, suasana mendung dan sendu juga turut menambah syahdu Ramadan pagi ini. Tak banyak kerumunan pelari atau pesepeda, membuat ruang gerak terasa lebih leluasa.

Meski sedang menjalani ibadah puasa, sejumlah warga tetap datang untuk berolahraga ringan. Sebagian memilih jalan santai, sebagian jogging pelan, ada yang duduk sebentar di trotoar, ada juga yang hanya berdiri sambil menikmati udara pagi.

Salah satunya Erni (50), warga Yogyakarta yang sedang berkunjung ke Jakarta untuk silaturahmi keluarga, termasuk yang menyempatkan diri datang sejak pagi. Ia mengaku sudah keluar sejak pukul 05.00 WIB pagi untuk mencoba suasana CFD bersama keluarga kecilnya.

"Saya memang dari beberapa bulan lalu kan ke sini juga, kebetulan kan nggak sempat terus. Pagi ini cuacanya kok syahdu gitu saya ya udahlah saya keluar mau saya cobain car free day di sini," ujar Erni saat ditemui di sekitar Kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (22/2/2026).

Menurutnya, olahraga tetap penting dilakukan selama Ramadan, asalkan tidak memaksakan diri.

“Tetap penting ya karena kan tetap untuk menjaga kebugaran tubuh itu tetap penting karena sirkulasi tubuh itu kan tetap harus bergerak paling nggak 30 menit lah,” katanya.

Ia mengatakan olahraga saat puasa tidak terlalu berbeda selama intensitasnya diatur.

“Nggak sih biasa ya yang penting jangan yang berat-berat ya disesuaikanlah diaturlah,” kata Erni.

Bagi Erni, ia dan keluarga cukup berjalan santai sudah cukup menjaga kebugaran.

“Ya jalan aja pelan,” pungkasnya.

Ia mengungkap lebih memilih berolahraga pagi pada saat bulan Ramadan daripada sore hari.

"Tergantung pribadi masing-masing ada yang kalau sore kan ngabuburit ya. Pagi sih kalau saya," ungkapnya.

Suasana CFD yang lebih sepi juga dirasakan oleh Muhammad Abdul Faris (17), yang rutin berlari setiap pekan. Ia justru menikmati kondisi pagi itu.

“CFD hari pertama Ramadan sekarang alhamdulillah cuacanya sendu sepi, nggak ramai, kalau ramai menurut saya bikin pusing, larinya jadi zig zag zig zag. Ini kan enak los. Udara juga mendukung,” katanya.

Faris mengatakan waktu olahraga saat puasa sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh.

“Kalau mau tips lari di bulan Ramadan sih kalau nggak abis sahur, kalau nggak pas mau buka,” ujarnya.

Ia juga menilai jarak lari tidak perlu dipaksakan.

“Tergantung diri sendiri dan kesiapan,” tambahnya.

Hal serupa disampaikan rekannya, Hilmi, yang menilai kemampuan tubuh jadi faktor utama saat berolahraga di bulan puasa.

“Jadi tergantung kemampuannya, karena masih lama nih waktu magrib, jadi tergantung diri sendiri aja,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tarif Trump Dibatalkan MA AS, Prabowo: Kita Siap Hadapi Semua Kemungkinan
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Nilai Tukar Rupiah di BNI dan BRI Hari Ini (22/2), Dolar AS Tembus Rp17.000
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
CFD Depok Sepi di Ramadhan, Pedagang Tetap Berjualan meski Tak Ada yang Beli
• 6 jam lalukompas.com
thumb
BEV Tembus Dua Digit, 10.061 Unit Terjual di Awal 2026
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
3 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bawa HP ke Kamar Mandi Menurut Ilmu Psikologi
• 18 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.