TABLOIDBINTANG.COM - Memenuhi kebutuhan cairan harian merupakan hal penting bagi kesehatan. Dalam kondisi normal, anjuran minum delapan gelas air putih per hari kerap digaungkan berbagai sumber kesehatan Namun, saat Ramadan tiba, tantangan pun muncul karena waktu minum menjadi terbatas hanya pada malam hingga menjelang fajar.
Meski demikian, kebutuhan cairan tubuh tidak boleh diabaikan. Tubuh tetap memerlukan asupan air yang cukup untuk menjaga keseimbangan cairan, mencegah dehidrasi, sekaligus mendukung fungsi organ agar bekerja optimal sepanjang hari.
Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Ani Sri Sukmaniah Msc, SpGK, menegaskan pentingnya menjaga kecukupan cairan selama berpuasa. "Cukupkan delapan gelas air agar keesokan hari tubuh kita tercukupi hidrasinya dan optimal," ungkapnya.
Untuk menyiasati keterbatasan waktu minum, pola pembagian konsumsi air putih bisa diatur secara terencana antara waktu berbuka, malam hari, dan sahur. Salah satu metode yang cukup populer adalah gerakan 2+4+2 yang turut dikampanyekan oleh Aqua.
Metode 2+4+2 berarti:
2 gelas saat berbuka, yakni satu gelas ketika azan Magrib dan satu gelas setelah menyantap hidangan berbuka.
4 gelas pada malam hari, yang bisa dibagi menjadi satu gelas sebelum makan malam, dua gelas setelah makan, dan satu gelas menjelang tidur.
2 gelas saat sahur, untuk melengkapi kebutuhan cairan sebelum kembali berpuasa.
Dengan pola ini, total delapan gelas air putih tetap terpenuhi tanpa harus merasa kembung atau terlalu kenyang dalam satu waktu. Pembagian bertahap juga membantu tubuh menyerap cairan secara lebih efektif.



